Sinar5news.Com – Lombok Timur – Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) H.M. Sukiman Azmy didampingi Ketua YPH-PPD NW Pancor, H..Djamaluddin,BE,M.Kom dan Kadis Pariwisata Lotim, Dr.H.Mugni,M.Pd, Melaunching Proogram Wisata Religi Makam Pahlawan Nasional Hamzanwadi di Aula Gedung Birrul Walidhain Pancor,dengan Protokol Kesehatan Covid-19. pada Kamis (28/01/2021).

Dalam kata sambutannya Bupati mengenang kembali ikatan emosional yang terjalin antara dirinya dengan Maulana Syaikh semasa hidup. Bahkan Bupati Sukiman menyampaikan riwayat pendidikannya dilingkungan YPH-PPD NW (Yayasan Pendidikan Hamzanwadi-Pondok Pesantren Dharunnahdlathain, Nahdhatul Wathan) Pancor yang ditempuh selama 6 tahun.
“Begitu saya menyelesaikan pendidikan SD saya di Rumbuk, orang tua saya langsung menyerahkan saya ke Maulanasyaikh TGKH.M.Zainuddin Abdul Majid untuk melanjutkan sekolah saya disini (Pancor-red). Sehingga saya dapat menyelesaikan studi saya di MTs 6 Tahun dan saya tamat tahun 1974,” tuturnya.

Diungkapkannya karomah Maulana Syaikh-lah yang membawanya pada titik dimana beliau berdiri saat ini. Bupati mengisahkan hal yang paling diingat, saat dibawa oleh orang tuanya menghadap ke Maulanasyaikh untuk minta doa.
“Yang paling saya ingat karomahnya Maulanasyaikh, tatkala saya dibawa oleh orang tua memohon do’a kepada Syaikh, dan saat itu saya disuruh mendekat dan duduk disamping kanan Almagfurullah, dan saya di Tanya “Ape meleq epe”. Yang paling saya ingat yang saya minta adalah kepingin menunaikan Haji, lalu saya dido’a dan distempel kepala saya, dan Alhamdulillah saya hampir tiap tahun mengerjakan Haji saat itu, karena saya pernah jadi petugas KBIH di Jakarta, Kemudian pernah di Kementerian Agama juga menjadi pendamping haji,” cerita Bupati.

Untuk itu ia mengatan Tempat ini (Pancor-red) adalah tempat yang berkah, mengandung sejarah perjuangan beliau, sehingga menjadi kewajiban kita sebagai generasi penerus untuk menjaga, memelihara, melestarikan, dan meningatkan peranannya bagi masyarakat.
“Saya mengapresiasi segenap pengurus Universitas Hamzanwadi yang telah menggagas Makan Almaghfurlah TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, sebagai Wisata Religi Pahlawan Nasional Hamzanwadi,”pungkasnya.
Sementara itu Ketua YPH-PPDNW Pancor, H.M.DJamaluddin,BE,M.Kom menyampaikan sejumlah hal yang menjadi fokus pengembangan wisata religi ini, diantaranya berupa kenyamanan pengunjung, ketertiban, dan ketersediaan booklet dan guide dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar.
“Wisata Religi ini nantinya tidak hanya bernilai religi semata akan tetapi juga menghadirkan unsur edukasi, dan tentunya diharapkan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat sekitarnya,” katanya.(Bul)




