Sinar5news.com – Lotim – Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) H.M.Sukiman Azmy menerima anggota Komisi IV DPR RI yang melakukan kunjungan kerja dan melihat dari dekat program Budidaya Udang Lobster,di Teluk Jukung dusun Telong-elong Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Ahad (01/03/2020).
Bupati Sukiman yang menerima rombongan Komisi IV DPR RI tersebut dalam suasana hujan mengatakan hujan yang turun saat ini merupakan rakhmat dari Allah SWT bagi kami karena ada dibeberapa tempat di kabupaten Lombok Timur ini terutama diwilayah selatan Lombok Timur belum bisa bercocok tanam karena masih kekurangan dengan air.

“Alhamdulillah dengan hadirnya hujan ini kami semua akan bisa memulai bercocok tanam atas nama pimpinan daerah Kabupaten Lombok Timur dan segenap masyarakat Kabupaten Lombok Timur kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Pimpinan dan anggota komisi IV DPR-RI yang berkenan hadir di Kabupaten Lombok Timur untuk meninjau budidaya dibidang perikanan, dan kami laporkan kepada Bapak Ibu sekalian para anggota yang terhormat Kabupaten Lombok Timur terdiri atas 21 Kecamatan 254 desa dengan 1,3 juta penduduknya,”Ungkapannya.
“Dengan kedatangan Komisi IV DPR-RI untuk membuktikan benar tidaknya budidaya udang Lobster yang ada di Kabupaten Lombok Timur, yang ada di depan bapak-bapak ini adalah para pembudidaya mereka ketika ada Permen(Peraturan Menteri) yang tidak membolehkan untuk budidaya udang Lobster selama sekian tahun,maka penghasilan masyarakat kami jadi tidak ada. Sehingga mereka terpaksa menjadi TKI ke Malaysia dan Arab Saudi untuk mendapatkan nafkah bagi keluarganya,” Papar Bupati.
Sementara itu Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Komisi IV DPR-RI Sudin SE menyampaikan,dirinya juga kecewa dengan kebijakan permen yang lama melarang untuk Budidaya Udang Lobster karena di kampungnya di Lampung itu banyak sekali pembudidaya Lobster tapi tidak boleh dijual tidak boleh langsung budidaya sehingga pada saat pergantian Mentri yang baru Sudin,SE sarankan untuk di kaji dulu Permen tersebut dengan baik kita pertimbangkan kembali manfaatnya untuk masyarakat.
“Kalau Pak Bupati mengatakan masalah tenaga kerja sekarang kita harus jadi dokter Pak Bupati, mungkin kalau ada para ahli yang memang sudah terkenal seperti di Vietnam kita datangkan para ahli tersebut yang bisa mendidik, melatih melaksanakan budidaya lobster dengan baik kita didik kita latih masyarakat kita supaya bisa Propesional seperti Negara lain,”imbuhnya.

Sudin,SE juga menambahkan, Pada tahun 2020 bantuan alat budidaya Lobster kami akan berikan senilai Rp. 3,8 Milyar. Dan jika bantuan ini berhasil maka di tahun berikutnya kami sepakat akan menambahkan lagi lima kali lipat jika situasi memungkinkan kami akan meninjau beberapa lokasi pelabuhan yang ada di lokasi budidaya Lobster.
” Ini bukan janji Calelg tetapi ini janji Dewan yang akan kami langsung realisasikan saat sekarang ini dan jika ada investor yang ingn kerja sama dengan kita dan saling menguntungkan maka terimalah mereka dan perlu kita ingat jaga lingkungan dan kebersihan laut,” Pungkasnya.(Bul)



