Sinar5news.com – Selong – Bupati Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) H.M.Sukiman Azmy melakukan pertemuan dengan Unsur Pengurus PWI(Persatuan Wartawan Indonesia),HPI(Himpunan Pramiwisata Indonesia), PHRI(Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Lombok Timur, terkait adanya somasi ketiga lembaga tersebut terhadap susunan pengurus BPPD(Badan Promosi Pariwisata Daerah) Lotim.
Pada pertemuan tersebut Bupati mengatakan tidak ada manusia yang sempurna ,tidak ada kebijakan yang paripurna sehingga tidak ada yang tidak bisa dirubah. Bupati Sukiman mengajak ketiga lembaga tersebut untuk mencari solusi apa menjadi landasan untuk merevisi susunan pengurus BPPD Lombok Timur.
“Saya minta masukan dan saran kepada pengurus PWI,HPI,PHRI Lombok Timur terkait kepengurusan BPPD yang mengakomodir lembaga yang diamanatkan dalam peraturan yang berlaku,” Harap Bupati.
Bupati tidak mempersoalkan perubahan pengurus BPPD meskipun baru dilantik, tapi bupati minta untuk unsur Ketua BPPD tidak dirubah dari jabatan tersebut,karena dinilai tepat memimpin BPPD karena punya pengalaman telah ikut terlibat dalam promosi pariwisata NTB.
“Jangan kita rombak total semua keputusan ini.Silakan untuk kepengurusan wakil ketua dan lainnya bisa dirombak,tapi untuk Nursandi saya tetapkan sebagai Ketua BPPD karena dia memiliki kemampuan dan pengalaman dalam mengangkat nama NTB kedunia. Itu yang kita harapkan di Lotim,” Terangnya.
Sementara itu Izzul Khaeri Wartawan senior PWI dalam pendapatnya mengatakan Bupati sering terlalu cepat menandatangani SK yang disodorkan bawahannya tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu,karena bukan sekali ini saja Bupati mencabut SK yang dikeluarkan karena terjadi kesalahan.
Hal yang serupa juga pernah dilakukan Bupati saat mengeluarkan keputusan soal penyaluran bantuan social yang kembali dicabut keputusan yang sudah ditandatanganinya.
“Kami cinta Lombok Timur dan Bupati. Untuk itulah kami melakukan koreksi dan memberikan masukan ini agar Bupati tidak terjerumus dalam masalah hokum. Masalah seperti ini cukup sampai disini,jangan terulang lagi,”Harap Izzul.
Menanggapi penyampaian Izzul tersebut, Bupati Sukiman menerima apa yang disampaikan pihak PWI itu sebagai sebuah koreksi dalam mengambil kebijakan kedepannya.
“Atas kesalahan atau apa namanya ini,tidak boleh terulang lagi. Apa yang disarankan PWI kita terima dengan Lapang dada,” Kata Bupati Sukiman.(Bul)




