Sinar5news.com -Aksi Demo masyarakat Lombok Tengah (Loteng) mengalir sepanjang jalur dari lapangan yumum Praya menuju kantor Bupati Loteng dalam Rangka menyampaikan aspirasi dan dukunganny atas perubahan Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid. Banyaknya massa aksi yang tergabung dari seluruh kecamatan Lombok Tengah ini tidak terlepas dari semangat kecintaan terhadap Pahlawan Nasional. Hal ini disampaikan oleh Hapizin, salah seorang peserta aksi asal kecamatan Kopang (21/11/2019)
“Saya buruh tani. Saya harap sebagai masyarakat bodoh, tolong sampaikan saya saja menghargai pahlawan, apalagi orang pintar.”
Terkait adanya penolakan perubahan nama Bandara, Hapizin mengatakan, “Saya kurang setuju, sebab saya membela satu-satunya pahlawan Lombok. Sebab inilah yang mengagungkan nama Lombok ke penjuru dunia.”
Ditanya mengenai adanya statement yang mengatakan bahwa lebih baik perang daripada nama bandara di rubah, Hapizin mengatakan itu tidak benar.
“Tidak ada sama sekali.” Ungkapnya.
Terpisah, Ibrahim, S.Pd koordinator desa Slangket kecamatan Praya Barat, mengungkapkan bahwa tidak benar kalau masyarakat lingkar bandara menyatakan perang kalau nama bandara dirubah.
“Itu dari ASN, Staf Desa, dan pihak pemerintah yang dilatarbelakangi oleh kepentingan pemerintah dan bupati. kalau masyarakat sebagian besar tidak malah mendukung” ungkapnya.




