Cegah Dampak Sosial Covid-19: 325.000 KK Warga Lombok Timur, Akan Dapat Sembako

Cegah Dampak Sosial Covid-19: 325.000 KK Warga Lombok Timur, Akan Dapat Sembako

Sinar5news – Selong – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019(COVID-19) Kabupaten Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) untuk pertama kalinya melakukan Video Conferensi(VICOM) bersama sejumlah Wartawan yang bertugas di Lombok Timur. Jumat(17/04/2020).

Dalam vicom tersebut Sekertaris Gugus Tugas Covid-19 Lombok Timur,Drs.H.Muhammad Juaini Taofik,M.AP yang didampingi Juru bicara Covid-19 Dr.H.Pathurrahman,M.Kes, Direktur RSUD R.Soejono Selong,dr.Tantowi,Kadis Kominfo Drs.Ahmad Masfu,MM, menyampaikan progress penanganan Covid-19 sampai dengan minggu ini.

H.M.Juaini Taofik yang juga Sekda Lombok Timur itu menyampaikan bahwa ada dua Klaster besar yang menyebar di Lotim,yakni Klaster Aik Nyambuk yang berasal dari klaster Jakarta dan Klaster Gowa Sulawesi. Dimana 5 pasien positif covid-19 dari klaster Aik Nymabuk sudah 4 orang yang dinyatakan sehat.

“Dari klaster Aik Nyambuk hanya tinggal pasien 02 yang masih dilakukan perawatan di RSUP Mataram dan tinggal menunggu hasil tes sweb dan mudah-mudahan hasil tes sweb nya negative atau sehat,” Ungkap Taofik.

Ia juga menambahkan saat ini tantangan Gugus Tugas Covid -19 Lotim adalah bagaimana memutus penyebaran virus dari klaster Gowa. Karena setelah pasien nomor 26 dinyatakan postif Covid 19, maka kita berusaha untuk mencari klaster Gowa atau jamaah yang pernah melakukan kunjungan ke wilayah Pandemi Covid-19.

“Pada awalnya memang kita mendapat kesulutan untuk mendata jamaah klaster Gowa, tapi akibat bantuan dari teman-teman media yang selalu mempublikasikan Covid-19 ini kita tidak mendapat kesulitan. Apalagi sudah ada pernyataan dari pimpinan Majlis Jamaah Syuro Alam untuk mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah,” Terangnya.

Gugus tugas juga sudah mengantisipasi dampak social dan ekonomi akibat Cavid-19 ini. Karena masyarakat kita himbau untuk jangan keluar,jaga jarak,cuci tangan,pakai masker,sudah satu bulan. Sehingga kita merasakan adanya pelambatan pergerakan ekonomi.

Dalam minggu ini Pemerintah Pusat,Provinsi dan Kabupaten secara beruntun akan memberikan bantuan dalam program Jaring Pengaman Sosial(JPS).dalam pelaksanaan JPS ini, konsepnya adalah ada banyak pasilitas yang akan diberikan kepada masyarakat,namun prinsipnya satu Kepala Keluarga(KK) mendapat satu pasilitas. Karena Covid-19 ini berdampak kepada kita semua.

“Sehingga akan ada pengecualian yang tidak boleh menerima bantuan tersebut,seperti Pegawai Negeri Sipil(PNS) akan kami keluarkan dulu dari data penerima,karena kalau PNS ada gajinya dan dibayar dengan lancar. Termasuk yang tidak boleh dapat adalah TNI-Polri,dan ada juga kelompok ekonomi atas,seperti orang-orang kaya,” Imbuhnya.

Karen itu tim Kabupaten sudah mulai menghitung dengan pendekatan jumlah Rumah Tangga,atau KK maka kisarannya berada pada 350.000 KK,jika dikurangi dengan jumlah PNS,TNI-Polri dan orang kaya dengan asumsi 20.000kk. maka ada 325.000 KK yang akan mendapatkan pasilitas bantuan itu.

Untuk itu Taofik minta kepada para Kepala Desa untuk dapat memahami persoalan ini,karena penyaluran ini akan dilakukan secara bertahap dan dalam waktu yang berbeda sepert Infonya kota mataram sudah menyalurkan bantuan dari Provinsi sementara kita belum. Inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat kita.

“Ada juga Bantuan Langsung Tunai(BLT) yang akan diberikan oleh Kementerian Sosial RI yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat melalui rekening mereka dengan nilai bantuan Rp.600.000 per bulan selama tiga bulan dari bulan April,Mei dan Juni,dan jumlah KK yang akan mendapat BLT di Lombok Timur sebanyak 77.300 KK,” Terangnya.

Kemudian akan ada juga bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat(NTB) dengan nama Sembako Gemilang dengan jumlah paket sembako yang akan diberikan kepada masyarakat Lombok timur sebanyak 37.578KK dan jika ditotal jumlah bantuan sembako baik dari Provinsi dan Pemkab.Lotim 277.271 KK.
“Kalau kita kurangkan 325 ribu KK dengan 277.271 KK,maka sasaran kita ini tinggal pada posisi 52.729 KK. Inilah yang akan kita kepung dengan bantuan sembako dari Pemkab.Lombok Timur dan dari BLT dana Desa,”Ujarnya.

Juaini Taofik juga menyampaikan pemerintahan Desa juga akan memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang dananya bersumber dari alokasi Dana Desa karena Permendes No.20 Tahun 2020 mengharuskan Desa itu menyiapkan atau merubah APBDes nya untuk memberikan BLT dengan angka Rp.600 ribu perbuan kali tiga bulan.

“sehingga Insya Allah dengan semua macam bantuan ini masuk,maka kami pastikan seluruh Kepala Keluarga(KK) diluar kelompok teratas(PNS,TNI-Polri dan Orang-Orang Kaya) akan mendapatkan pasiltas atau bantuan ini. Masalahnya ada dua yaitu waktu penerimaannya berbeda dan jumlah bantuannya juga relative berbeda. Ada tiga yang sama nilai bantuannya yaitu BPNT yaitu Rp.200.00/KK,Bantuan Provinsi Rp.250.000 dan JPS atau Sembako dari Pemkab Lombok Timur Rp.250.000,” Tandasnya.(Bul)

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA