Sinar5news.com – Jakarta -Penyebaran Virus Covid-19 terus meluas,hingga kini kasus terus bertambah maka dari itu perlu adanya suatu tindakan nyata untuk Pemutusan rantai penularan COVID-19 dilakukan dengan cara gotong royong oleh berbagai pihak. Kemarin, (18/6) Kementerian Kesehatan mendukung pelaksanaan rapid test yang dilakukan oleh Kementerian Sosial.
Melansir dari laman resmi Kemenkes, Rapid test tersebut dilakukan terhadap 1.226 orang yang terdiri dari unsur Pekerja Sosial Masyarakat, jurnalis, tenaga pendidik dan kependidikan, tenaga kesehatan, dan organisasi lainnya. Bukan hanya melakukan rapid test, peserta juga akan mendapatkan sembako dalam kegiatan yang digelar selama dua hari itu.
Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan dr. Mariya Mubarika mengapresiasi penyelenggaraan rapid test ini. Ia berharap hasil dari pemeriksaan para peserta semuanya dinyatakan negatif COVID-19.
“Rapid test ini harus dilakukan oleh tenaga kesehatan. Rapid test ini untuk mengetahui sistem imunologis, kita bisa lihat dari imunoglobulinnya. Dari situ bisa ditentukan seperti apa penanganan selanjutnya untuk pasien jika diketahui positif COVID-19,” katanya.
Selain itu, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Kementerian Sosial Edi Suharto mengatakan penyelenggaraan rapid test ini merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah untuk membantu masyarakat dalam mendeteksi sedini mungkin Penyebaran Virus COVID-19.
“Kami Kementerian Sosial berupaya untuk terus membantu masyarakat menangani masalah akibat COVID-19 dengan menggelar rapid test ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua,” jelas Edi Suharto.
Pencegahan penyebaran Covid-19 ini, tambah Edi, harus terus dilakukan terutama oleh pemerintah untuk dapat mengurangi resiko tersebarnya Covid-19 yang lebih luas lagi.




