Dakwah TGB (107) STOP BLACK CAMPING TERHADAP PESANTREN

Dakwah TGB (107) STOP BLACK CAMPING TERHADAP PESANTREN

Dakwah TGB (107)
*STOP BLACK CAMPING TERHADAP PESANTREN*
_(Mari Menangkal Pemberitaan yang Tak Seimbang)_
===================
Oleh: M. Rusli Nasir
✍️✍️✍️✍️✍️

Umat Islam di Indonesia, bukan pelengkap dan bukan ban serep dalam perjuangan Indonesia, termasuk dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Justru, mereka adalah jantung perjuangan.

Dengan segala kekayaan dan persatuan, bahkan dengan sepenuh kesadaran beragama, umat Islam telah tampil terdepan menjadi perekat utama bangsa besar ini. Demikian yang disampaikan Syekh TGB pada acara WAZIN kemarin (25-09-2025).

Hanya saja, tegas beliau, penghargaan secara proporsional dari bangsa belum maksimal, tapi Umat Islam tidak pernah berhenti memberi kontribusi. Termasuk melalui kekayaannya bernama, pondok pesantren.

Justru, patut disayangkan sikap sebagian orang pada dua tiga tahun terakhir, di mana “Kekayaan umat Islam yang namanya pondok pesantren itu, hari-hari ini mendapat gempuran, baik yang kasat mata maupun tidak kasat mata.” Tegas Sidi Syekh TGB.

Bahkan, kalau kita mau jujur dan sedikit mencermati, hampir setiap menjelang Tahun Pelajaran baru, ada saja isu-isu yang tidak sedap, yang dialamatkan ke pondok pesantren.

Sehingga, “Ada pondok-pondok pesantren yang hari ini mendapat kesulitan untuk memperoleh santri baru. Kalau yang sudah punya branding kuat, mungkin bisa melewati.” Kata TGB sambil menekankan bahwa gempuran black camping ini amat terasa bagi yang baru menyemai.

“Ini problem real. Ada black camping, ada persepsi negatif yang coba ditumbuhkan tentang pondok pesantren. Sehingga para orang tua santri enggan memasukkan anaknya ke sana.” Tegasnya lagi melanjutkan.

Memang, kita sadar atau tidak, upaya-upaya memberi ketimpangan penilaian pada dunia pendidikan (umum dan agama) seakan nampak jelas.

Perhatikan saja, “Kasus-kasus kekerasan di pondok pesantren, baik berupa verbal (kata-kata), fisik ataupun seksual, semua di-blowup.” Tegasnya lagi.

Karena itu, kita patut menyayangkan, ketika kasus (padahal tidak sedikit) yang menimpa lembaga pendidikan sebelah, pihak yang punya suara nyaring itu seakan diam seribu bahasa. Ini problem real akhir-akhir ini.

Mari, kita umat Islam dengan kekayaan kita berupa pondok pesantren, segera menjaga “gawang” masing-masing dan membalas black camping dengan positif camping. Warga NWDI bisa!

Wa Allah A’lam!

Bilekere, 28-09-2025 M.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA