Dakwah TGB (114) TANTANGAN ALQURAN, TAK TERPATAHKAN

Dakwah TGB (114) TANTANGAN ALQURAN, TAK TERPATAHKAN

Oleh: Abah_Rosela_Nawalia

Pada sesi tanya jawab setelah uraian peringatan Nuzulul Qur’an di UII Yogyakarta 22 Ramadan 1443 H. Ada satu pertanyaan menarik, menggelitik dan menantang. Seorang jemaah bertanya, “Adakah ayat alquran yang mempertegas dirinya sebagai satu mukjizat?”

Alasan Bapak itu bertanya demikian, karena selama ini (menurutnya) kita banyak disuguhi penjelasan kehebatan alquran sebagai mukjizat dari Allah untuk Nabi Muhammad saw, melalui banyak hadis. Jemaah ini penasaran, ayat manakah yang menunjukkan kehebatan alquran yang membuktikan dirinya, layak disebut mukjizat.

Bagi saya, pertanyaan dan rasa penasaran yang dialami jemaah tersebut, boleh jadi menjadi pertanyaan “simpanan” kita selama ini. Sebuah pertanyaan yang rasanya tak pernah melegakan dengan kita membaca dan meneliti sendiri, dari sekian banyak penjelasan dalam buku-buku bacaan.

Sekarang saatnya kita dengar jawaban dari pertanyaan tadi, melalui seorang ulama yang memang pakarnya pada bidang ini. Beliau adalah ulama tafsir, alumnus al-Azhar Kairo Mesir.

Dalam penjelasannya, Syekhona TGB. Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, Lc., MA. mengatakan bahwa: *_Pertama,_* aquran sebagai _kalamullah_ yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. atas dasar penegasan alquran sendiri. Penegasan itu bisa kita jumpai pada beberapa ayat.

بِالْبَيِّنٰتِ وَالزُّبُرِۗ وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ اِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ .

“(mereka Kami utus) dengan membawa keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan ad-Dzikr (al-Qur’an) kepadamu, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkan.” (QS. an-Nahl: 44)

Atau pada ayat yang lain.

نزلَ بِهِ الرُّوحُ الأمِينُ (193) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ .

“Dia (alquran) dibawa turun oleh ar-Ruhul Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. asy-Syu’ara: 193-194).

Sementara hal *_Kedua,_* alquran sebagai mukjizat itu adalah sesuatu yang sangat jelas. Kejelasan itu bisa dilihat dari bagaimana alquran menampakkan kehebatan dirinya. Tak tanggung-tanggung kitab suci ini menantang jin dan manusia untuk menandinginya. Sampai sekarang pun ia tidak tertandingi.

Padahal, kata TGB dengan penuh penekanan. Coba kita bayangkan. Betapa hebatnya tantangan firman Allah itu. Pada masa sekarang yang –katanya– disebut sebagai kemajuan bahasa dan tehnologi yang super dan demikian maju, berupa algoritma, dan ada alat super yang dapat mendeteksi kecendrungan manusia pada kemampuan bahasa.

Demikian pula, dengan sedemikian canggih alat-alat modern yang ditemukan, sehingga jumlah kosa kata bahasa yang dipakai manusia, dengan mudah dideteksi dan ditemukan, dan kemampuan klasifikasi kosa kata bahasa yang amat sempurna.

Belum lagi, kemudahan layanan yang disajikan google dalam menerjemahkan kalimat bahasa apapun ke bahasa manapun kita kehendaki (termasuk dari bahasa Indonesia menjadi bahasa Arab), cukup kita memakai google translate, maka semuanya akan diterjemahkan otomatis.

Namun sayangnya, “Pusat-pusat bahasa manapun di dunia tak ada yang bisa meniru alquran.” Kata TGB.

Hebatnya jelas ulama tafsir tersebut adalah, bahwa tantangan yang ditawarkan alquran itu memiliki tahapan-tahapan (sebagai tawaran) yang bisa dipilih dan diuji coba. *_Tantangan pertama_*, silakan manusia mendatangkan yang semisal alquran, 30 juz.

قُلْ لَّىِٕنِ اجْتَمَعَتِ الْاِنْسُ وَالْجِنُّ عَلٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِمِثْلِ هٰذَا الْقُرْاٰنِ لَا يَأْتُوْنَ بِمِثْلِهٖ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيْرًا .

Katakanlah, “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa (dengan) alquran ini, mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun mereka saling membantu satu sama lain.” (QS. al-Isra: 88).

Jika yang ini manusia dan jin tak mampu, bisa pilih tahapan *_tantangan kedua_*, yakni membuat seper sepuluh surah saja.

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۗقُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ مُفْتَرَيٰتٍ وَّادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Bahkan mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah membuat-buat alquran itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (alquran) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.” (QS. Hud: 13).

Kalau tahapan ini tidak mampu juga, boleh tahapan *_tantangan ketiga_* yakni mencoba seukuran satu surah yang semisal. Bisa pilih yang paling sedikit seperti surah al-Kautsar.

وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ .

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang alquran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal alquran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS. al-Baqarah: 23).

Hebatnya, tantangan alquran itu sampai saat ini tak ada satupun orang atau kelompok yang mengeluarkan satu hasil olahan kosa kata yang bisa diklaimnya sebagai kalimat yang sama atau mirip dan layak menandingi alquran.

Bagi Tuan Guru Bajang, itulah bukti yang sangat nyata. “Demikian dahsyat perkembangan ilmu teknologi, kecerdasan manusia, intelegensi, artifisial, computer (super computer), menjawab tantangan Allah seribu empat ratus tahun yang lalu, mendatangkan teks yang bisa menyerupai alquran, gak ada (yang bisa).” Tegas TGB al-Azhari.

Wa Allah A’lam!

Paok Lombok, 14 Mei 2022 M.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA