Sinar5news.com – Selong – Bupati Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) H.M.Sukiman Azmy menghadiri acara pisah sambut Kapolres Lombok Timur dari pejabat lama AKP.Ida Bagus Made Winarta,S.I.K kepada pejabat baru AKBP. Tunggul Sinatrio,S.I.K, M.H bertempat dipendopo Bupati. Sabtu malam(15/02/2020).
Pada kesempatan itu Bupati mengucapkan terima kasihnya kepada pejabat lama AKBP.Ida Bagus Made winarta,S.I.K yang telah menjalankan tugas selama 1,3tahun (dari tanggal 29 Oktober 2018 sampai dengan Februari 2020) untuk menjaga keamanan dan kondusipitas Lombok Timur dengan baik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Made yang telah menjalankan tugas dengan baik. Pak Made ini orangnya kalem tapi Alhamdulillah banyak hal yang dapat diselesaikan. Beliau ini sukses mengawal dan mengamankan Pilkada 2018, juga sama-sama mengatasi persoalan gempa dan juga sukses mengamankan Pilkades yang digelar di Lombok Timur ini,” Ungkap Bupati Sukiman.
Sementara itu Bupati juga berharap kepada Kapolres yang baru AKBP. Tunggul Sinatrio,S.I.K,MH. Untuk meneruskan apa yang telah dikerjakan oleh pejabat lama. Karena tugas kepolisian tidak akan bisa tuntas dalam waktu singkat. Sedangkan biasanya pejabat kapolres bertugas hanya dalam ukuran waktu singkat satu atau dua tahun.
Untuk itu Bupati menitipkan empat hal yang belum selesai dikerjakan pejabat lama, yakni yang pertaama persoalan RTG(Rumah Tahan Gempa) yang sampai saat ini terus dikerjakan dengan berbagai persoalannya.
“Ada 10.104 rumah rusak berat dan sudah dikerjakan sekitar 85 persen, Rumah rusak sedang 4.600 unit baru selesai sekitar 36 persen dan rumah rusak ringan 12.500 unit dan barus diselesaikan sekitar 56 persen. Dan ini banyak kendalanya seperti adanya fasilitator yang bawa uang kabur samapi 2 M ada juga penyedia barang yang nakal dan lain sebagainya,” Terang Bupati.

Persoalan kedua yang dititipkan Bupati kepada kapolres yang baru Tunggul Sinatrio yakni persoalan minuman keras, wilayah Lombok timur mendapat kesulitan untuk membendung peredaran miras ini, karena produksinya didaerah kita dan Lombok barat.
“Membendung miras ini kita memang kesulitan meskipun ada Pol PP yang sudah beruapaya secara maksimal, tidak seperti di kabupaten Sumbawa kita hadang di pelabuhan kayangan pasti selesai. Tetapi kita di Lombok Timur karena produksinya disini dan Lombok Barat jadi kita kesulitan. Sementara Miras ini adalah akar dari segala kejahatan,” Ungkap Bupati.
Hal lain yang dititipkan Bupati adalah persoalan pengamanan Pilkades yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, dimana Bupati menyampaikan ada sekitar 29 desa yang akan melakukan pemilihan Kepala Desa pada tahun 2020 ini dengan anggaran sekitar 2 milyar.

Dan pesan yang keempat dari Bupati Sukiman persoalan pengamanan Pariwisata,baik terhadap obyek wisata maupun para wisatawan yang datang berkunjung ke Lombok Timur.
karena persoalan keamanan menjadi paktor utama dalam pengembangan pariwisata, tanpa jaminan keamanan wisatawan tidak akan berani datang kedaerah kita ini,sementara Lombok Timur sebagai daerah penyangga dari KEK mandalika dan Kabupaten penghubung ke pulau Sumbawa.(Bul)




