Sinar5news.Com – Lombok Timur – Musyawarah Daerah(Musda) Ke-IV Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dengan agenda memilih jajaran Pengurus FKSPP Masa Bhakti 2020-2025 telah berlngusng dihalaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB). Rabu (21/10/2020).

Musda FKSPP Ke IV itu dibuka oleh Sekertris Daerah(Sekda) Lombok Timur, Drs.H.M.Juaini Taofik,M.AP. sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lotim, H Azharuddin dalam sambutannya menyampaikan jumlah pondok pesantren Lotim yang terdaftar di Kantor Kemenag Lotim sebanyak 213 Ponpes.
“Dari 213 Ponpes yang sudah terdaftar tersebut,telah berbadan hukum dan memiliki izin operasional yang dikeluarkan oleh Kantor Kemenag Kabupaten Lotim. Untuk itu, saya menyarankan bagi Pondok Pesantren yang belum mengurus izin operasional, untuk segera mengajukan ke Kantor Kemenag Lotim,” Pesan Azharuddin.

Sementara itu Ketua FKSPP Provinsi NTB, TGH Mahalli Fikri. Dalam kata sambutannya mengingatkan kepada pengurus baru FKSPP agar senantiasa menjalankan roda organisasi dengan tanpa ada tendensi membeda-bedakan anggota.yang satu dengan yang lainnya.
‘’Kami menyadari, dari sejumlah Pondok Pesantren yang ada di Lotim ini, semuanya tidak berafiliasi pada satu organisasi. Ada dari NW, NU, Muhammadiyah, Tarbiyah dan lain-lain. Kami berharap kepada pengurus FKSPP Lotim senantiasa menjaga soliditas anggota seraya menjalin kerjasama yang baik, memberi contoh demi membangun kerukunan ummat,’’ kata Tuan Guru yang juga masih aktif menjadi Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB.
Dalam acara pembukaan Musda itu turut dihadiri oleh sejumlah pejabat lingkup Pemkab Lotim. Di antaranya, Sekda Lotim, HM Juaini Taopik; Kadis Sosial Kabupaten Lotim, H Ahmad; Kepala BPKAD Lotim, H Hasni; Kabag Kesra Setkab Lotim, Fathurrahman. Dan juga hadir Kapolres Lombok Timur AKBP Tunggul Sinatrio,S.I.K,M.H.
Kapolres berharap kepada seluruh pimpinan Pondok Pesantren sebagai tokoh panutan masyarakat, senantiasa ikut proaktif membantu menjaga keamanan dan mencegah konflik horizontal sesuai ajaran agama.
‘’Kami yakin, jika ada gejolak di tengah masyarakat, akan cepat reda manakala para Tuan Guru hadir memberikan penyadaran,’’ katanya.
Sesuai kesepakatan peserta Musda dalam pembahasan tata tertib (Tatib), proses pemilihan ketua ditempuh melalui musyawarah tim formatur yang dibentuk berdasarkan perwakilan zona wilayah kecamatan yang dibagi menjadi 4 (empat) zona (A, B, C, D). Masing-masing zona terdiri dari 5 kecamatan kecuali zona D terdiri dari 6 kecamatan di kawasan utara Lotim.
Tiap zona mengirim 1 perwakilan duduk di formatur dan menunjuk 1 orang lagi sebagai calon ketua. Dengan demikian terdapat 4 orang formatur dan 4 orang calon ketua. Secara terpisah formatur bersama 4 orang calon ketua berembuk untuk menentukan siapa menjadi ketua. Setelah Tim Formatur melakukan rapat dan memilih Dr. H. Mugni,M.Pd sebagai Ketua dan TGH Gunawan Ruslan,Lc sebagai Sekretaris. Sedangkan Bendahara Umum Supnawadi,M.Kes.
Wakil Ketua Terpilih Dr.TGH.M.Yusran Azzahidi,Drs.TG.Khaeri,M.Pd.i, Ustadz H.Hamdan,M.Pd, TGH.L.Hamdani Yamin,dan M.Ikbaluddin Hazri,SH. Wakil Sekertaris, Murnawijaya,M,Sy. M.Zuhri,SS. Muhammad Khalid dan H.Mahrup,M.Pd. Sedangkan untuk Wakil Bendahara telah dipilih Drs.H.Saefullah,M.Pd dan TGH.Abdul Hafiz.
Sedangkan jajaran pengurus lainnya seperti ketua-ketua bidang dan anggota bidang, akan disusun kemudian melalui rapat khusus pengurus inti tanggal 25 Oktober 2020 mendatang sekaligus akan membahas jadwal pelantikan.(Bul)




