PKI, sebuah kata yang saya dan anda tentu sangat akrab. Setiap tahun orang-orang memperingatinya. Jika anda adalah orang yang tetap membuka facebook, anda pasti menemukan postingan peringatan PKI–setiap tanggal 30 September pasnya. Facebook benar-benar menunjukkan bagaimana pikiran orang-orang dan bagaimana mereka berpikir. Anda bisa tahu pikiran orang, bahkan kecenderungannya dengan melihat facebook-nya. Harari dalam hal ini menjadi referensi yang sangat baik, ia menjelaskan dengan sangat bagus soal facebook dan yang sejenisnya yang akan menggeser arti penting sebuah cv yang dibawa oleh seorang pelamar kerja. Orang kini tak lebih butuh cv, orang akan membuka dan mengakses jejak digital si pelamar kerja. Facebook sebagaimana ditenggarai Harari mampu memberikan deskripsi si pemilik akun kepada pencari deskripsi–anda bisa mengenal orang hanya dengan meng-kepoi akun facebook-nya, lalu anda akan memiliki gambaran tentang orang tersebut. Bahkan untuk kelompok manusia tertentu, data digital orang semacam data pribadi di facebook digunakan untuk meraup keuntungan pribadi. Data digital manusia di dunia pada abad ini sangat bermanfaat bagi para politisi, penyebar sebuah pengaruh, penyebar ketakutan. Bahkan Harari menyebut penguasa dunia adalah mereka yang memegang data.
Facebook benar-benar menjadi alat sosialisasi yang sangat ampuh untuk memperkenalkan sesuatu kepada orang. PKI untuk generasi 2045-pun akan tahu tanpa sengaja karena media facebook. Orang-orang sepertinya akan terus memperoduksi narasi soal PKI sampai dunia ini berahir. Terahir, wacana PKI menjadi sebuah wacana antar mereka yang terkesan oposisi terhadap pemerintah, sebutlah mereka yang berada di kubu KAMI. Tak hanya KAMI, mereka yang berada di KITA juga urut menggunakan meneruskan wacana PKI. Kondisi tersebut secara otomatis menjadi semacam pembukaan yang sangat tepat untuk momentum peringatan G-30/PKI kemarin. Bagi mereka, peringtan ini sangatlah penting bagi bangsa ini–terlebih era reformasi bangsa ini. Mereka sama sekali tak ingin memberikan ruang bahkan celah bagi bangkitnya PKI. Jika anda pernah menonton pernyataan Gus Dur–anda bisa menontonnya di facebook di acara tv Kick Andy–, ia menyatakan-menyimpulkan akan sifat penakutnya bangsa ini. Narasi kebencian atas PKI yang secara eksplisit digunakan untuk menakuti banyak orang. Cara inilah yang paling awal untuk menutup celah bangkitnya PKI. Kurang lebih Gus Dur mengatakan “PKI kok ditakuti”. Kalimat itu disampaikan setelah menjelaskan amanat konstitusi negara soal kemanusiaan; harusnya negara melindungi segenap anak bangsa. Gus Dur sepertinya menghawatirkan cost dari peringatan PKI ini. Jika dipikir-pikir memang, peringatan PKI ini berpotensi menanamkan rasa benci terhadap mereka yang PKI. Kemanusiaan bagi Gus Dur adalah yang utama, persoalan PKI bangkit adalah soal lain yang tidak perlu ditakuti. Hal senada juga dari tokoh Nahdlatul Wathan, beberapa hari lalu TGB mengatakan bahwa kejahatan PKI itu nyata, tapi jangan sampai kita membenci keturunan mereka. Ia menjelaskan bahwa setiap anak tak pernah bisa memilih di orang tua mana mereka lahir–dalam Islam sendiri memang tak mengenal yang namanya dosa turunan. Apa yang disampaikan Gus Dur dan TGB menyebutkan secara eksplisit soal cost itu. Sepertinya memang banyak kelompok melakukan peringatan ini. Di facebook, anda menemukan ada banyak organisasi meng-update statusnya, mereka akan memperingati PKI. Entah apa mereka sadar atau hanya mengikuti mainstrem orang-orang hari itu. Sadar menanam sebuah rasa benci kepada sesama anak bangsa yang inilah yang diwanti-wanti oleh dua guru bangsa baik Gus Dur dan TGB dalam peringatan ini–atau hanya ikut-ikutan saja ?, mengikuti mereka yang secara sadar memperingati–saya tak bermaksud menyindir siapapun, hanya menguraikan saja. Facebook effects faktanya meresonansi melewati batas nasional. Setiap orang di tanah air ini pasti tahu selama ia bisa mengakses facebook–yang di pelosok negeri-pun tahu jika ada hal itu. Negara luarpun mengetahui soal ini. Facebook sudah dari dulu menciptakan global village. Kondisi ini juga yang mendorong kecurigaan kita akan keikutsertaan orang luar yang punya kepentingan karena melihat kodnisi objektif bangsa ini melalui facebook. Wacana PKI akan selalu menjadi bola liar!




