Sinar5news.com – Mataram – Forum Guru Honorer Agama (FGHA) Kota Mataram terus berupaya memperjuangkan nasib guru honorer agama di kota Mataram. Langkah ini di ambil setelah sebelumnya tahun 2021 lalu guru agama di kota Mataram tidak mendapatkan kuota formasi untuk Pegawai Pemerintah Perjanjian Kerja (PPPK).
Sebelumnya pengurus FGHA Kota Mataram telah melayangkan surat audiensi kepada Ketua DPRD Kota Mataram untuk mempertanyakan kejelasan formasi P3K sekaligus dalam rangka meminta bantuan kepada dewan agar ikut serta membantu FGHA dalam upaya memperjuangkan aspirasi guru honorer agama di kota Mataram untuk di angkat menjadi ASN P3K tahun 2022.

Surat tersebut mendapatkan respon dari pihak dewan melalui staf Ketua DPRD Kota Mataram dan pertemuan Audiensi Pengurus FGHA dan Ketua DPRD Kota Mataram rencananya akan berlangsung hari Kamis 3 Februari 2022 esok.
“Assalamualaikum mengenai tindak lanjut surat audiensinya nike yang kemarin, untuk maklum diiformasikan jadwalnya audiensi dengan pak ketua DPRD kota mataram akan dilaksakan pada hari kamis jam 9.00, Terimaksih..”, ucap Fahmi staf Ketua DPRD Kota Mataram melalui pesan Whatsaap, Senin (31/01).
Pengurus FGHA Kota Mataram mengaku sudah menyiapkan 3 poin tuntutan yang akan dilayangkan ke Pemerintah Kota Mataram melalui Ketua DPRD Kota Mataram.

“kemarin kami sudah rapat membahas poin-poin yang akan kami sampaikan ke pihak dewan saat audiensi besok dan alhamdulillah rapat tersebut telah menghasilkan 3 poin tuntutan kepada pemerintah kota mataram”, terang Abd. Hayi Ketua FGHA Kota Mataram kepada awak media, Rabu (02/02).
Ketika ditanyak perihal 3 poin tuntutan FGHA kepada Pemda kota Mataram, Hayi hanya menjawab secara umum.
“yang jelas inti dari 3 tuntutan itu adalah meminta pemerintah untuk mengangkat seluruh guru honorer agama kota Mataram yang telah terdata di Dapodik menjadi ASN P3K”, jelasnya. (Man)




