
Orang nomor satu di NTB ini, menjelaskan kehadiran pelayanan ini harus mampu menciptakan pasar yang prospektif bagi kemajuan daerah. Sehingga ekonomi masyarakat terus bergerak maju dan meningkat. Kehadiran pelayaran ini juga katanya untuk memberikan solusi alternatif bagi arus transportasi yang ada melewati pelabuhan lembar, yang jumlahnya mencapai 500 truk per hari.
“Apapun yang kita lakukan yang diniatkan untuk kebaikan, maka alam akan berkonspirasi untuk mewujudkannya,” ungkapnya.
Gubernur berharap agar kapal ini tidak kosong. Namun harus diisi dengan seluruh hasil produksi masyarakat Pulau Sumbawa. “Lombok maju, Sumbawa maju, NTB Gemilang bukan hanya wacana,” tegasnya.
Dirut PT. ASDP menyampaikan, proses diskusi yang dilakukan oleh jajarannya bersama pemerintah provinsi NTB dan kabupaten Sumbawa hanya berlangsung dua bulan. Sehingga, berkat kerja cepat Gubernur dan bupati, pelayaran perdana Kapal Very KM Swarna Bahtera bisa dilakukan dengan sukses.
Ia mengungkapkan bahwa rahasia untuk memperpanjang usia perusahaan itu, tidak hanya mencari keuntungan finansial. Namun, bagaimana memberikan manfaat yang sebesar besarnya pada masyarakat.
“Apa rahasianya perusahaan berumur panjang? tidak hanya mencari uang, tapi memberikan manfaat kepada masyarakat. Kami baru 40 tahun, dan seribu tahun lagi masih ada,” jelasnya.
Satu kapal ini katanya pasti tidak cukup. Namun, akan dihadirkan lagi kapal-kapal lain, asal marketnya bisa dibuat.
Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc melaporkan pelayaran ini telah lama dinanti oleh masyarakat. Ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur yang intens melakukan komunikasi dengan Dirjen perhubungan laut Kementerian Perhubungan RI.
“Apa yang dihajatkan ini, sejalan dengan ikhtiar kabupaten Sumbawa, mewujudkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Ia mengungkapkan rasa bangga dan bahagia serta rasa hormat kepada gubernur. Sebab, apa yang dilakukan Gubernur sesungguhnya mengurangi bebannya sebagai bupati.
“Hampir setiap saat dimarahi, khususnya pengusaha lokal, karena dianggap kelalaian bupati. Kalau masa panen tiba, mereka menunggu hingga dua puluh hari,” jelasnya.
Namun, berkat ikhtiar Gubernur pelayaran bisa dilakukan. Dan dia katanya tidak lagi ditanya oleh masyarakat. Dan masyarakat menyambut dengan antusias. (AMH)




