H.Mahrup,M.Pd : Bangun Madrasah Dengan Niat Ikhlas Meneruskan Perjuangan Maulana Syeikh, Insya Allah Dapat Berkah.

H.Mahrup,M.Pd : Bangun Madrasah Dengan Niat Ikhlas Meneruskan Perjuangan Maulana Syeikh, Insya Allah Dapat Berkah.

Sinar5news.Com – Lombok Timur – Pengurus Cabang Nahdlatul Wathan Diniyah Islamaiyah (PCNWDI) Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) dibawah kepemimpinan H.Mahrup,S.Ag,M.Pd terus berbenah dan menertibkan komponen organisasi, seperti pendataan Madrasah,Restrukturisasi organisasi dari Cabang,Anak Cabang sampai Ranting serta pendataan jamaah.

Menurut Ketua Cabang NWDI Kecamatan Sikur, H.Mahrup yang sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hizbul Wathan NWDI Darmasari Semaya,menjelaskan di Cabang NWDI Kecamatan Sikur memiliki 13 Lembaga Pendidikan NWDI dari tingkat RA hingga Madrasah Aliyah(MA).

Pondok Pesantren Hizbul Wathan NWDI Darmasari Semaya, yang saat ini terus melakukan pembangunan dilingkungan Yayasan dengan berbagai Inovasi yang dilakukan terutama dalam upaya untuk mencari sumberdana yang berasal dari Pemerintah dan Lembaga Donator lainnya.

H.Mahrup membangkitkan semangat Pengurus Yayasan dan Guru-Guru Madrasah dengan Motto “Kebangkitan Ponpes Hizbul Wathan NWDI Semaya, Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, Kerja Ikhlas, Menuju Madrasah Hebat Bermartabat.

Saat ini Ponpes Hizbul Wathan sedang mebangun 5 Ruang Kelas Baru(RKB) dilantai dua dengan dana bersumber dari partisipasi jamaah dan support bantuan dari Timur Tengah dengan anggaran Rp.625 juta. Disamping itu juga Ponpes Hizbulwathan saat ini sedang membangun MCK (Mandi Cuci Kakus) yang merupakan bantuan dari Dirjen Cipta Karya PUPR, melalui Program Penyediaan Sarana dan Prasarana Sanitasi di Lembaga Pendidikan Keagamaan(LPK).

Foto : H.Mahrup,S.Ag,M.Pd (Ketua Yayasan Ponpes Hizbul Wathan, Yang Juga Ketum PCNWDI Kec.Sikur-Lotim-NTB)

“Alhamdulillah berkat keikhlasan kita ngiring TGB dengan niat untuk meneruskan Perjuangan Al Magfurullah Maulana Syeikh , kami tidak pernah merasa kesulitan dalam upaya pembangunan 5 RKB dilantai dua ini,semuanya berjalan lancar. Bahkan tanpa diduga-duga kami didatangi oleh pejabat PUPR NTB dan langsung diberikan bantuan MCK senilai Rp.200 juta, dari Dirjen PUPR,”ungkap H.Mahrup yang juga mantan Kepala MAN Mataram, MTs Negeri 1 Selong dan MTs Negeri Pengadangan.

Setelah purna tugas dari PNS, H.Mahrup mengabdikan dirinya untuk membangun dan membina Ponpes Hizbulwathan NWDI Darmasari Semaya. Terhitung sekitar 2 tahun berjalan sebagai Ketua Yayasan, banyak perubahan yang dilakukan terutama pada pembangunan Fisik Madrasah dan Pembinaan Sumber Daya Manusianya(SDM).

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya perubahan pembangunan Madrasah selama kepemimpinannya, bahkan pihak Yayasan bersama jamaah sudah membebaskan tanah untuk perluasan pengembangan Madrasah.

“Baru-baru ini kami sudah membebaskan 10 are tanah untuk pengembangan Madrasah dan InsyaAllah dalam waktu dekat ini, kami akan langsung membangun Ruang Baca untuk Santri,pokoknya tahun ini kami akan bangun,”kata H.Mahrup.

Untuk peningkatan sector pendidikan pada tahun ini juga Ponpes Hizbulwathan NWDI Darmasari, membuka kelas Tahfiz dengan sarana dan prasarana yang cukup memadai serta Representatif.

“Tahun ini kami memulai membuka kelas Tahfiz, dan sarana prasarananya sudah kami siapkan, karena para santri harus mondok maka kami sudah bangunkan gedung baru(Gedung sudah jadi-red) yang khusus untuk santri Tahfiz,”ujarnya.

H.Mahrup yang sudah banyak merasakan asam garamnya menjadi Kepala Madrasah itu, mengajak semua elemen organisasi, terutama Pimpinan Yayasan dan Kepala Madrasah, yang bernaung dibawah Panji NWDI, untuk mengedepankan niat Ikhlas dalam membangun Yayasan atau Madrasah, dengan niat untuk meneruskan perjuangan Maulana Syeikh TGKH.Muhammada zainuddn Abdul Majid.

“Karomah Maulana Syeikh sangat kami rasakan, dalam membina dan membangun Ponpes Hizbulwathan ini, karena jujur saya katakana hampir kami tidak pernah dapat hambatan dalam membangun, sebenarnya kesuksesan membina Madrasah itu adalah fungsikan pengurus itu sesuai dengan tugasnya. Jangan sampai Ketua Yayasan,merangkap sebagai Kepala madrasah dan Bendahara Madrasah. Artinya jangan terapkan managemen tukang cukur,” tegasnya.(Bul)

 

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA