Sekitar tahun 1983 waktu itu saya masih kelas IV di SDN 03 Sikur. SDN 03 Sikur ini berada di Desa Sikur, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Entah kenapa minat saya sekolah tiba-tiba tidak ada sama sekali. Waktu itu ada perasaan malas, bosan dan tidak semangat. Saya berpikir buat apa sekolah rasanya sangat membebani diri. Saya tidak memiliki pikiran jauh kedepan, bahwa dengan rajin sekolah akan mendapatkan masa depan yang cerah.
Suatu pagi seperti biasanya, saya mestinya berangkat sekolah. Tapi hari itu benar-benar sangat malas untuk berangkat. Saya berangkat sekolah, tapi dengan keadaan ogah-ogahan. Melihat sikap saya seperti itu, akhirnya almarhum ayah saya yang bernama Amaq Mainah, marah-marah sambil membawa kayu mengejar saya agar berangkat sekolah. Beruntung waktu itu saya merasa sangat takut dikejar ayah saya, sehingga sampai juga di sekolah.
Memang yang namanya ayahku, sangat tegas dan disiplin khususnya dalam urusan pendidikan bagi semua anaknya. Demikian juga beliau tidak pernah main-main, bila melihat anak-anaknya berbuat salah. Disamping kami kenak marah, juga mendapatkan hukuman yang setimpal. Inilah yang membuatku menjadi takut dan segan bila melakukan kesalahan, termasuk keenggananku berangkat sekolah pada waktu itu.
Saya tidak bisa bayangkan, sekiranya ayah saya waktu itu tidak tegas dengan sikap saya yang keliru, maka saya tidak akan bisa seperti sekarang. Saya menjadi guru di SMP Laboratorium Jakarta, SMP NW Jakarta, pengasuh di Ponpes NW Jakarta dan menjadi bagian dari crew media Sinar5News.com. Ini semua saya dapatkan karena perhatian dan ketegasan orang tua dalam mendidik saya pada waktu itu.
Ayahku yang bernama Amaq Mainah yang sangat besar jasanya itu telah dipanggil oleh Allah 12 tahun yang silam. Beliau menghembuskan nafas terakhir pada tanggal 7 Maret 2008. Semoga Allah mengampuni semua dosanya, menerima amal ibadahnya dan ditempatkan di surga Firdaus. Aamiin.
Hikmah dari cerpenku ini adalah siapapun orang tua yang menginginkan anak-anaknya sukses dan bahagia, hendaknya setiap orang tua benar-benar memperhatikan pendidikan anak-anaknya demi masa depan mereka.
Bekasi, 3 Dzulqa’dah 1441 H/24 Juni 2020 M




