Hikmah Pagi: Hikmah Yang Tersembunyi

Hikmah Pagi: Hikmah Yang Tersembunyi

Terdapat sebuah nama masjid yang cukup unik yang terletak di kota Istanbul yaitu ‘’Shanke Yadem’’ yang dalam bahasa arab ‘’كأنني أكلت’’ yang artinya ‘’seakan saya sudah makan’’, namanya cukup unik dan sangat tidak familiar juga digunakan kebanyakan orang apalagi ahli bahasa.

Ternyata dibalik penamaan unik masjid tersebut, terdapat sebuah cerita yang sangat menarik dan mengandung pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Diceritakan bahwa disebuah kawasan di pinggiran kota Istanbul ada seorang yang cukup wara’ dan sederhana, namanya ‘’Khairuddin Afandi’’. Setiap kali beliau ke pasar tidak membeli apa-apa. Saat merasa lapar dan ingin makan atau membeli sesuatu, seperti buah, daging atau manisan, beliau berkata pada dirinya: ‘’Anggap saja sudah makan’’, yang dalam bahasa Turkinya adalah ‘’Shanke Yadem’’.

Apa yang beliau lakukan setelah itu? Uang yang seharusnya digunakan untuk membeli keperluan makanannya itu dimasukkan ke dalam kotak penyimpanan uang, begitulah beliau lakukan setiap hari. Dan beliau mampu menahan diri untuk tidak makan dan belanja kecuali sebatas untuk menjaga kelangsungan hidupnya saja.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun tak terasa ‘’Khairuddin Afandi’’ konsisten dengan amal dan tekad yang kuat untuk mewujudkan impiannya membangun sebuah masjid di daerahnya. Tak terasa, akhirnya Khairuddin Afandi mampu mengumpulkan dana untuk membangun sebuah masjid unik di daerah tempat tinggal beliau yang beri nama “Shanke Yadem”, untuk mengenang bagaimana perjuangan beliau dalam mewujudkan cita-citanya.

Hal ini memberikan inspirasi kepada kita untuk jangan pernah mengatakan:

‘’’saya tidak mampu, tapi katakan in sya Allah saya mampu’’
‘’’Kalaupun kita tidak mampu menjadi sumur, maka jadilah ember. Kalau tidak mampu menjadi ember, jadilah gayung’’.
Salah seorang Ulama’ berpesan dengan pesan yang cukup mendalam:

– Siapa yang mengharapkan keutamaan shalat malam akan tetapi ia tertidur, maka jangan bermaksiat di siang hari.
– Siapa yang mengharapkan keutamaan puasa sunnah dia tidak mampu menjalankan, maka jaga lisan dari hal yang tidak manfa’at.
– Siapa yang menginginkan keutamaan para ulama, maka seringlah berfikir.
– Siapa yang mengharapkan keutamaan para mujahid, duduklah ia di rumah dan berupaya melawan hawa nafsunya.
– Siapa yang mengharapkan pahala sedekah, namun dia tidak mampu melakukan, maka ajari siapapun dengan apa yang ia mampu.
– Siapa yang ingin haji namun ia tidak mampu, maka biasakan shalat berjamaah di masjid.
– Siapa yang mengharapkan pahala ahli ibadah, maka jadilah orang yang bermanfa’at antar sesama.
– Siapa yang ingin pahala zuhud, maka ridlolah terhadap saudaranya terhadap apa yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita. (Lihat: ‘Indama Yahlu al-Masaa’, Hal: 118-119).

Semoga Allah senantiasa menjaga kita semuanya Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA