Mendahulukan keinginan ALLAH.
لِمَنْ شَاءَ مِنْكُمْ أَنْ يَسْتَقِيْمَ(28)
وَمَا تَشَاءُوْنَ إِلاَّ أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ(29).
﴿التكوير (81) : 28 – 29﴾
Artinya:” Yaitu bagi sesiapa dari kamu yang mahu tetap teguh di atas jalan (Islam) yang betul. Dan kamu tidak dapat menentukan kemahuan kamu (mengenai sesuatupun), kecuali dengan cara yang diatur oleh ALLAH, Tuhan yang memelihara dan mentadbirkan seluruh alam”. Qs At Takwir (81) : 28 – 29.
Penuhi dahulu keinginanKu.
Nanti Aku penuhi keinginanmu.
Artinya:” Sesungguhnya ALLAH telah mewahyukan kepada Daud alaihis Salam.
إِنَّ اللهَ اَوْحَى إِلَى دَاوُدَ
عَلَيْهِ السَّلآمُ :
Wahai Daud :” Sesungguhnya engkau mempunyai keinginan dan Akupun mem-punyai keinginan. Dan hanya sanya yang akan berlaku adalah apa yang Aku inginkan.
يَا دَاوُدَ إِنَّكَ تُرِيْدُ
وَاَنَاَ أُرِيْدُ
وَإِنَّمَا يَكُوْنُ مَا أُرِيْدُ.
Maka sekiranya engkau berserah diri kepada apa yang Aku inginkan, akan Aku penuhi apa yang kamu inginkan.
فَإِنْ سَلَّمْتَ لِمَا أُرِيْدُ
كَفَّيْتُكَ مَا تُرِيْدُ .
Dan sekiranya engkau tidak berserah diri terhadap apa yang Aku inginkan, pasti Aku tidak akan memenuhi apa yang kamu inginkan.
وَإِنْ لَمْ تُسَلِّمْ
لِمَا أَتْبَعْتُكَ
فِيْمَا تُرِيْدُ .
Kemudian, tidaklah akan berlaku, melainkan apa yang Aku inginkan “
Hadiits Qudsi
ثُمَّ لآ يَكُوْنُ
إِلاَّ مَا أُرِيْدُ .
حديث قد س
Ibadah / Mengabdi dahulu,
barulah Meminta
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ(4). ﴿الفاتحة (1) : 4﴾
Artinya:” Hanya kepada Engkau sajalah kami menyembah dan hanya kepada Engkau sajalah kami mohon pertolongan” Qs Al Fatihah (1) : 4. (Kam x Ham)
Penuhi dahulu urusanKu.
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ
وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ(7). ﴿محمد(47) : 7﴾
Artinya:” Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu membela (Agama) ALLAH niscaya ALLAH membela kamu (untuk mencapai kemenangan) dan meneguhkan tapak pendirian kamu.” Qs Muhammad (47) : 7
Engkau dekat Aku dekat.
1562 حَدِيْثُ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ
رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ وَأَنَا مَعَهُ حِيْنَ يَذْكُرُنِيْ إِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِيْ نَفْسِيْ وَإِنْ ذَكَرَنِيْ فِيْ مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِيْ مَلَإٍ هُمْ خَيْرٌ مِنْهُمْ وَإِنْ تَقَرَّبَ مِنِّيْ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِيْ يَمْشِيْ أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً . )حديث قدس(
1562 Artinya:” Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: ALLAH SWT berfirman:
“Aku adalah berdasarkan kepada sangkaan hambaKu terhadapKu. Aku bersamanya ketika dia mengingatiKu. Apabila dia mengingatiKu dalam dirinya, nescaya aku juga akan mengingatinya dalam diriKu. Apabila dia mengingatiKu dalam suatu kaum, niscaya Aku juga akan mengingatinya dalam suatu kaum yang lebih baik daripada mereka. Apabila dia mendekatiKu dalam jarak sejengkal, niscaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sehasta. Apabila dia mendekatiKu sehasta, niscaya Aku akan mendekatinya dengan jarak sedepa. Apabila dia datang kepadaKu dalam keadaan berjalan seperti biasa, niscaya Aku akan datang kepadanya dalam keadaan berlari-lari anak * Hadits Qudsi.
Taat Tanpa Reserve.
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ حَتَّى يُحَكِّمُوْكَ فِيْمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ
ثُمَّ لاَ يَجِدُوْا فِيْ أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ
وَيُسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا(65). ﴿النسآء (4) : 65﴾
Artinya:” Maka demi ALLAH Tuhanmu (wahai Muhammad)! Mereka tidak disifatkan beriman sehingga mereka menjadikan Engkau Hakim dalam mana-mana perselisihan yang timbul di antara mereka, kemudian mereka pula tidak merasa di hati mereka sesuatu keberatan dari apa yang telah engkau hukumkan, dan mereka menerima keputusan itu dengan sepenuhnya”. Qs An Nisa (4) : 65
Ikhlash juga menerima seluruh Hukum Islam dengan sepenuh hati tanpa keberatan sedikitpun juga. Jangan sampai kita ini beriman kepada sebagian Al Qur an dan menolak sebagiannya lagi.
Tidak menerima sepenuhnya.
…….أَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلاَّ خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّوْنَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّاتَعْمَلُوْنَ(85). ﴿البقرة (2) : 85﴾
……….”Maka patutkah kamu hanya percaya kepada sebahagian (dari isi) Al Kitab dan mengingkari akan sebahagian yang lain? Maka tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian itu dari antara kamu, selain dari kehinaan ketika hidup di dunia, dan pada hari kiamat akan didorong mereka ke dalam azab seksa yang amat berat. Dan (ingatlah), ALLAH tidak sekali-kali lalai akan apa yang kamu lakukan” Qs Al Baqarah (2) : 85.
Kemudian selain motivasi kita yang harus bersih karena ALLAH SWT juga orientasi kita atau sasaran hidup kita. Janganlah sampai sasaran hidup kita itu untuk mencari dunia saja. Islam itu adalah ideal juga realistis. Kalau ideal saja kita akan menjadi utopis sedangkan kalau kita realistis saja kita akan menjadi materialistis.
Ideal Realistis.
وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ
مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلاَ تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ (77)
﴿القصص (28) : 77﴾
Artinya: “Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan ALLAH kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bahagianmu (keperluan dan bekalanmu) dari dunia; dan berbuat baiklah (kepada hamba-hamba ALLAH) sebagaimana ALLAH berbuat baik kepadamu (dengan pemberian nikmatNya yang melimpah- ruah); dan janganlah engkau melakukan kerosakan di muka bumi; sesungguhnya ALLAH tidak suka kepada orang-orang yang berbuat kerosakan “. Qs Al Qoshosh (28) : 77
Dari ayat diatas kita dapat melihat bahwa sasaran hidup kita yang pertama adalah akhirat, yakni sesuatu yang ideal, namun jangan cuma menjadi orang yang idealist semata tetapi juga harus bersifat realistislah !
فَإِذَا قَضَيْتُمْ مَّنَاسِكَكُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آبَاءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا ۗ فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُوْلُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ﴿٢٠٠﴾وَمِنْهُمْ مَّنْ يَقُوْلُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴿٢٠١﴾. ﴿البقرة(٢):٢٠٠-٢٠١﴾
Artinya:” apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, Maka berdzikir-lah dengan menyebut ALLAH, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendo`a: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami (kebaikan) di dunia”, dan Tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendo`a: “Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka”. Qs Al Baqoroh (2) : 200 – 201
Adalah menjadi kebiasaan orang-orang Arab Jahiliyah setelah menunaikan haji lalu Bermegah-megahan tentang kebesaran nenek moyangnya. setelah ayat ini diturunkan Maka memegah-megahkan nenek moyangnya itu diganti dengan dzikir kepada ALLAH SWT dan Berdo`a. Inilah do`a yang sebaik-baiknya bagi seorang Muslim.
أُولَٰئِكَ لَهُمْ نَصِيْبٌ مِّمَّا كَسَبُوْا ۚ
وَاللَّهُ سَرِيْعُ الْحِسَابِ﴿٢٠٢﴾.
﴿البقرة(٢):٢٠٢﴾
Artinya:” Mereka Itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan ALLAH sangat cepat perhitungan-Nya”. Qs Al Baqoroh (2) : 202
Selain daripada motivasi dan orientasi kita yang harus beres, aplikasi atau pengamalan kitapun harus Islami. Apakah yang dinamakan peng amalan yang Islami ? Peng amalan yang Islami ialah peng amalan yang berdasarkan Al Qur an dan As Sunnah Rasul ALLAH saw atau Hadiits yang shohih .
Dua Pegangan Pokok
bagi setiap Muslim.
تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَاإِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا:
كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ نَبِيِّهِ .(الحديث)
Artinya: “ Telah aku tinggalkan kepada kalian dua hal. Tidak akan kalian sesat sekiranya kalian berpegang kepada keduanya Al Qur an dan Sunnah NabiNya”. Al Hadiits.
Tak ada pilihan lainnya.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُوْلُهُ أَمْرًا
أَنْ يَكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِيْنًا(36). ﴿الأحزاب(33): 36﴾
Artinya:” Dan tidaklah boleh bagi orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan – apabila ALLAH dan RasulNya menetapkan keputusan mengenai sesuatu perkara – (tidaklah boleh mereka) mempunyai Hak memilih ketetapan sendiri mengenai urusan mereka. Dan sesiapa yang tidak taat kepada Hukum ALLAH dan RasulNya maka sesungguhnya ia telah sesat dengan kesesatan yang jelas nyata”. Qs Al Ahzaab (33) : 36
Kami dengar dan kami taat .
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِيْنَ إِذَا دُعُوْا إِلَى اللَّهِ وَرَسُوْلِهِ
لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُولَئِكَ
هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ(51). ﴿النور (24) : 51﴾
Artinya:” Sesungguhnya perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang beriman ketika mereka diajak ke pada Al Kitab ALLAH dan Sunnah RasulNya, supaya menjadi Hakim memutuskan sesuatu di antara mereka, hanyalah mereka berkata: “Kami dengar dan kami taat”: dan mereka itulah orang-orang yang beroleh kejayaan”. Qs An Nur (24) : 51
Jadi kalau :
1.Motivasi kita karena ALLAH SWT dan untuk dinilai oleh ALLAH SWT dan kita merasa bahwa kita adalah hamba ALLAH SWT
2. Orientasi kita didalam hidup ini adalah untuk mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan kehidupan didunia.
3. Aplikasi kita Islami yakni sesuai dengan keinginan ALLAH SWT dan meneladani prilaku Rasul saw atau sesuai dengan pedoman kita yakni Al Qur an dan Sunnah Rasul, maka seluruh sikap, dan tindak kita itu dinilai sebagai Ibadah.
Semata mata ibadah.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِيْ(56)
﴿الذاريات (51) : 56﴾
Artinya:” Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar supaya mereka menyembah dan beribadat kepadaKu saja”. Qs Adz Dzariyat (51) : 56
Bersambung…..




