Hikmah Pagi : Pembahasan Ibadah Qurban

Hikmah Pagi : Pembahasan Ibadah Qurban

Dari skema diatas kita dapat melihat yakni bahwa setiap Amal atau Perbuatan (عَمَلِيَةٌ) kita di motivasi kan ( غَايَةٌ ) dengan لِلَّهِ dan dengan Orientasi (تَوْجِيْهٌ ) kita mencari akhirat tanpa lupa akan dunia, disertai dengan Aplikasi ( إِسْتِعْمَالٌ ) kita yang Islami, artinya sesuai dengan keinginan ALLAH SWT dan RasulNya maka apapun tindakan itu pasti dinilai oleh ALLAH SWT sebagai Ibadah, ( عِبَادَةٌ ).

Dengan kata lain, kalau Amal kita atau Perbuatan ( عَمَلِيَةٌ) kita Ikhlash karena ALLAH SWT ( إِخْلآصٌ ) dan dengan rasa Iman ( إِيْمَانٌ) serta pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan mengikuti keinginan ALLAH SWT dan mencontoh Rasul saw atau mengikuti jejak Rasul ALLAH saw atau ( إِتِّبَاعٌ ), maka seluruh amal kita dinilai sebagai Ibadah ( عِبَادَةٌ ).

Atau : P + Moa = I

P = Perbuatan , M = Motivasi, O = Orientasi,
A = Aplikasi,
B = Berbakti kepada ALLAH, Ibadah

Atau : A + 3 I = B.
A = Amal, 3 I = Ikhlash, Iman, Ittiba’, B = Berbakti kepada ALLAH SWT, Ibadah

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوْا حَتَّىٰ يَقُوْلَ
الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ
اللَّهِ قَرِيْبٌ﴿٢١٤﴾. ﴿البقرة(٢):٢١٤﴾
Artinya:”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul saw dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan ALLAH ?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan ALLAH itu amat dekat”. Qs Al Baqoroh (2) : 214.

إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِيْنَ آمَنُوْا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُوْمُ الْأَشْهَادُ﴿٥١﴾. ﴿المؤمن(٤٠):٥١﴾
Artinya:” Sesungguhnya kami menolong Rasul-Rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) “. Qs Al Mu`min (40) : 51.

Kisah pembunuhan pertama dan
besarnya malapetaka akibat pembunuhan

(Kisah Qurbannya anak Nabi Adam as)

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ ۖ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ ﴿٢٧﴾لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِيْ مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ إِنِّيْ أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ ﴿٢٨﴾إِنِّيْ أُرِيْدُ أَنْ تَبُوْءَ بِإِثْمِيْ وَإِثْمِكَ فَتَكُوْنَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِيْنَ ﴿٢٩﴾فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيْهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ ﴿٣٠﴾فَبَعَثَ اللَّهُ غُرَابًا يَبْحَثُ فِي الْأَرْضِ لِيُرِيَهُ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ أَخِيْهِ ۚ قَالَ يَا وَيْلَتَا أَعَجَزْتُ أَنْ أَكُوْنَ مِثْلَ هَٰذَا الْغُرَابِ فَأُوَارِيَ سَوْءَةَ أَخِيْ ۖ فَأَصْبَحَ
مِنَ النَّادِمِيْنَ﴿٣١﴾. ﴿المائدة(٥):٢٧-٣١﴾
Artinya:” Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”.

Berkata Habil: “Sesungguhnya ALLAH hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”. “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada ALLAH, Tuhan seru sekalian alam”. “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim”.

Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi. Kemudian ALLAH menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil:

“Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal”. Qs Al Maaidah (5) : 27 – 31

Kisah Qurbannya Nabi Ibrahim as
dan Nabi Ismail as

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّيْ أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّيْ أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ  قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِيْ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ﴿١٠٢﴾. ﴿الصافات(٣٧):١٠٢﴾
Artinya:” Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya ALLAH kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Qs Ashaaffaat (37) : 102.

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ﴿١٠٧﴾. ﴿الصافات(٣٧):١٠٧﴾
Artinya:” Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar”. Qs Ashaaffaat (37) : 107

Ketakwaanlah
yang paling penting
لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ  وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ﴿٣٧﴾. ﴿الحج(٢٢):٣٧﴾
Artinya:” Daging-daging unta sapi kambing dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) ALLAH, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah ALLAH telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan ALLAH terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik dengan rasa Ihsan”. Qs Al Hajj (22) : 37.

Pada saad bayi baru lahir, ketika berumur 7 hari, ALLAH SWT mendidiknya untuk berqurban dengan memerintahkan orang tuanya melaksanakan `Aqeqah, sabda Rasul ALLAH saw:
Manusia tergadai dengan
`AQeqahnya.
كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ فِيْ يَوْمِ السَّابِعِهِ وَيُحْلَقُ رَاْسَهُ وَيُسَمَّى.(الحديث)
Artinya: “Setiap anak tergadai dengan `AQeqahnya disembelihkan ternak dengannya pada hari ketujuh dan dicukur rambut kepalanya serta diberi nama yang baik” Al Hadiits.

Orang tua sianak disuruh ber Qurban dengan menyembelih kambing pada hari yang ke 7 jika mereka mampu, dan ini mendidik orang tuanya untuk mengenal dimensi tempat dimensi keadaan dan dimensi waktu ( TKW ) .

Dan menggunduli rambut sianak untuk mengajarkan manusia, bahwa kita dididik untuk berqurban dengan melepas apa yang kita anggap milik kita. Anak yang baru berumur sepekan, sudah dididik untuk ber Qurban melepas rambutnya dan diberi nama yang baik yaitu suatu identitas, maka namailah nama anak kita dengan identitas, nama yang bagus..

Firman ALLAH didalam
Al Qur an surat Ali `imron (3) : 64.

فَقُوْلُوْا اِشْهَدُوْا بِاَ نَّا مُسْلِمُوْنَ(64).
Artinya:“ Maka katakanlah, Bahwa kami adalah orang Islam, tunjukilah identitasmu, bahwa engkau adalah orang orang yang berserah diri kepada ALLAH.”

Pada umur 8 hari anak kita dikhitan:
اَلْخِتَانُ سُنَّةٌ لِلرِّجَالِ وَمَكْرَمَةٌ لِلنِّسَاءِ
Artinya: “Khitan ( sunat ) itu adalah sunah bagi laki laki dan kehormatan bagi anak perempuan”

اِخْتَتَنَ اِبْرَاهِيْمُ خَلِيْلُ الرَّحْمَانِ بَعْدَ اَنْ ءَاتَتْ عَلَيْهِ ثَمَنُوْنَ سَنَةً وَاخْتَتَنَ بِالْقَدُمِ. (اَلْبُخَارِيُّ وَالْمُسْلِمْ )
Artinya: “Nabi Ibrohim as dikhitan sesudah berumur delapan puluh tahun, dan dia dikhitan dengan kapak”. Al Hadiits

Jadi pendidikan semenjak kecil dengan pengurbanan darah mengalir untuk menjadikan kita didalam kehidupan ini agar selalu ber Qurban dan berbakti kepada ALLAH SWT, karena hidup adalah penuh dengan ujian
اَلدُّنْيَا دَارُ الْاِمْتِحَانْ

Kita baca Al Qur an surat Al `Ankabut (29):1–3

الم ﴿١﴾أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوْا أَنْ يَقُوْلُوْا آمَنَّا وَهُمْ
لَا يُفْتَنُوْنَ ﴿٢﴾وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِيْنَ﴿٣﴾. ﴿العنكبوت(٢٩):١-٣﴾
Artinya: “Alif laam miim, Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami Telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia juga mengetahui orang-orang yang dusta”.

Alif laam miim, ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Qur an seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada ALLAH Karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya memandangnya sebagai nama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian para Pendengar supaya memperhatikan Al Qur an itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Qur an itu diturunkan dari ALLAH dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad, kalau mereka tidak percaya bahwa Al Qur an diturunkan dari ALLAH dan Hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka cobalah mereka buat semacam Al Qur an itu.

Mudah-mudahan pengorbanan dan ibadah serta amal sholeh kita diterima ALLAH SWT ya sobat dan saudara saudari ku yang mulia

Aamiin Ya Robbal `Aalamiin

وَءَاخِرُ دَعْوَى نَا اَنِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA