HIKMAH PAGI “PEMBERIAN ALLAH ADALAH KEBAIKANNYA DAN MENAHAN PEMBERIANNYA ADALAH KEKUASAANNYA”.

HIKMAH PAGI “PEMBERIAN ALLAH ADALAH KEBAIKANNYA DAN MENAHAN PEMBERIANNYA ADALAH KEKUASAANNYA”.

Oleh : Prof. Dr. H. Ahmad Thib Raya, M.A

Ibn Atha’illah berkata dalam untaian kalimat hikmahnya yang ke-93:
مَتَى أعْطاكَ أَشْهدََكَ برَّهُ. وَمَتَى مَنَعَكَ أَشْهدََكَ قهَرَهُ. فهَوُ فِي كلِّ ذَلِكَ مُتَعَرِّفٌّ إِلَيْكَ وَمُقْبِلٌ بوِجُودِ لُطْفِهِِ علَيْكَ.
“Ketika Dia memberimu, Dia telah menunjukkan kepadamu kebaikan-Nya. Ketika Dia tidak memberimu, Dia menunjukkan kepadamu kekuasaan-Nya. Pada semua itu, Dia memperkenalkan diri-Nya kepada-Mu dan mendatangimu lewat kelembutan-Nya (kasih sayang-Nya).”

Kita tahu dan merasakan begitu banyak pemberian Allah kepada kita. Pemberian-pemberian Allah itu tidak terhingga banyaknya, tidak terhitung jumlahnya, dan tidak terbalas manfaatnya. Banyak pemberian Allah yang tidak perlu engkau minta, tetapi Allah memberinya tanpa engkau minta. Allah tahu bahwa pemberian-pemberian itu sangat engkau butuhkan. Tanpa pemberian-Nya itu engkau tidak bisa hidup. Contoh yang nyata adalah Allah memberi siang untuk bekerja. Allah memberimu malam untuk istirahat. Allah memberi udara untuk bernapas. Allah memberimu segala nikmat di sekitarmu yang tidak dapat engkau hitung jumlah, tetapi engkau merasakan manfaatnya. Ketika engkau meminta kepada-Nya, Allah memberimu sesuai dengan permintaanmu, bahkan lebih baik daripada yang engkau minta. Ketika Allah memberi semua itu, itu pertanda bahwa Allah menunjukkan kebaikan-Nya kepadamu.

Manusia tidak pernah puas dengan semua pemberian yang telah Allah berikan kepada mereka. Karena memang keinginan manusia tidak pernah berakhir selama rohnya masih ada di dalamnya. Setelah Allah memberikan segala sesuatu yang mereka butuhkan tanpa mereka meminta, mereka pun harus meminta lagi kepada Allah. Ketika engkau meminta sesuatu kepada Allah, Allah akan memberimu sesuai dengan yang engkau minta, dan bahkan lebih baik dari pada apa yang engkau inginkan. Allah sudah berjanji, “Jika ada hamba-Ku yang bertanya tentang Aku, maka jawablah bahwa Aku sangat dekat dengan mereka. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Ku, dengan syarat mereka menyerahkan diri kepadamu dan beriman kepada-Ku.” Akan tetapi jika Allah tidak memberimu pada saat engkau meminta kepada-Nya, maka ketahuilah pada saat itu Allah sedang menunjukkan kepadamu kekuasaan-Nya.

Lalu Ibn ‘Atha’illah mengingatkan kepada kita bahwa pada semua itu, baik pada pemberian-pemberian-Nya yang telah diberikan kepadamu tanpa engkau meminta, dan pada pemberian-Nya yang engkau minta, pada hakikatnya Dia memperkenalkan diri-Nya kepada-Mu, bahwa Dia Maha Kuasa untuk memberimu dan Maha Kuasa untuk tidak memberimu. Pada saat dia memberimu segala sesuatu tanpa engkau meminta dan memberimu yang engkau minta, sesungguhnya Dia mendatangimu lewat kelembutan-Nya (kasih sayang-Nya). Sebab boleh jadi, Dia tidak memberi sesuatu yang engkau minta itu adalah lebih baik bagimu. Allah memberimu tanda sayang-Nya kepadamu dan Dia juga tidak memberi juga adalah tanda sayang-Nya kepadamu.”

Ingatlah bahwa Allah memiliki sifat Yang Maha Memberi. Al-Rahmān (الرحمن), Dia yang Maha Pengasih kepada semua makhluk-Nya di dunia ini. Al-Rahīm (الرحيم), Dia yang Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman di akhirat kelak. Al-Wahhāb (الوهاب), Dia Yang Maha Memberi kepada semua manusia.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA