-HIKMAH PAGI- “WETU TELU: SUATU VARIAN KEBERAGAMAN”

-HIKMAH PAGI- “WETU TELU: SUATU VARIAN KEBERAGAMAN”

Wetu Telu diidentikkan dengan mereka yang dalam praktek kehidupan sehari-hari sangat kuat berpegang kepada adat-istiadat nenek moyang mereka. Dalam ajaran Wetu Telu, terdapat nuansa Islam di dalamnya. Namun demikian, artikulasinya lebih dimaknai dalam idiom adat. Disini warna agama bercampur dengan adat, paahal adat sendiri tidak selalu sejalan dengan agama. Pencampuran praktek-praktek agama kedalam adat ini menyebabkan Wetu Telu menjdi sangat sinkretik.

Beberapa kalangan melihat fenomena Wetu Telu dalam makna yang sama dengan penganut Islam Abangan di kalangan masyarkat Jawa. Akan tetapi, dilihat dari konsepsi serta cara pandang masing-masing, kedua kelompok masyarakat ini tidak tepat untuk dipersamakan antara keduanya. Menurut Zamakhsari Dhopier, Islam Abangan hanya merupakan sebutan bagi orang Islam yang tidak taat melaksanakan ajaran Islam. Dan secara leibih rinci Abdul Jabbar Adlan-sebagaimana dikutip Syamsuddin-mengidentifikasi Islam Abangan sebagai kelompok yang :

  1. Tidak melakukan syari’at Islam dengan alasan belum sempat meskipun mereka mengakui itu semua adalah kewajiban agama.
  2. Masih melakukan yang dilarang agama walaupun mereka mengakui bahwa hal-hal tersebut dilrang agama
  3. Mempunyai keinginan melaksanakan syari’at dan meninggalkan larangan syara’ bila sudah tua.

29 November 2020

Hipzon Putra Azma

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA