Buka Madrasah Desa dan Dasan
Agar Tersebar Ajaran Tuhan
Ikatan Pelajar PG Aktifkan
HIMMAH Pemuda Terus Tonjolkan
(Wasiat Renungan Masa Kyai Hamzanwadi)
Pada tahun 1966, tepatnya hari Ahad tanggal 5 Juni, organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Nahdlatul Wathan (HIMMAH NW) didirikan oleh Pahlawan Nasional RI Almagfurlahu Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Pancor Lombok Timur. Yang kemudian ditetapkan dalam Kongres 1 HIMMAH NW tanggal 27-30 Juni 1969 di Pancor Lombok Timur. (AD/ART)
Kelahiran HIMMAH NW merupakan sebuah bentuk cita-cita dan semangat yang diharapkan dapat membawa perubahan besar bagi agama, nusa dan bangsa. Semangat tersebut digambarkan dalam sebuah bentuk syair arab “Himmaturrijal Tahdumul Jibal: semangat dan cita-cita anak muda melebihi cadas gunung yang tertinggi”.
Kini HIMMAH NW telah mencapai usia 54 tahun. Usia yang cukup produktif untuk memberikan sebuah perubahan positif kepada generasi muda. Menggalakkan persatuan ditengah perpecahan yang terjadi di masyarakat yang disebabkan oleh arus informasi yang sesat dan menyesatkan.
Perkembangan zaman di era industri 4,0 saat ini, mau tidak mau generasi muda harus mampu mengikuti perkembangan teknologi yang begitu cepat. Teknologi merupakan salah satu kebutuhan generasi muda di abad modern, dimana hampir semua aktifitas mereka tidak terlepas dari peran teknologi dan informasi. Jika teknologi tersebut dikelola dengan baik tentu akan memberi dampak positir yang besar bagi kehidupan masyarakat, sebaliknya jika salah menggunakannya maka dapat merusak tatanan kehidupan sosial yang sudah ada. Saat ini masyarakat dihadapkan dengan arus komunikasi dan informasi yang tidak sehat. Begitu banyak informasi-informasi yang beredar menunjukan kebencian terhadap pemimpin yang merupakan simbol negara, hingga masyarakat menjadi korban dan krisis kepercayaan terhadap pemerintahpun semakin marak.
HIMMAH NW yang merupakan bagian dari generasi muda, diharapkan mampu beredukasi ditengah kehidupan bermasyarakat dengan mengahadirkan gerakan-gerakan sosial yang positif. Menghadirkan informasi-informasi yang sehat untuk menjadi bahan konsumsi publik dan memerangi berita-berita hoax yang semakin merusak pola pikir generasi muda. Untuk mencapai itu semua tentu tidak bisa bekerja sendiri. Harus mampu bergandengan tangan dengan kelompok-kelompok gerakan mahasiswa lainnya.
Membangun indonesia tidak bisa dilakukan oleh sekelompok orang, namun membutuhkan peran serta dari kelompok yang lain sehingga kebersamaan dan persatuan itu penting untuk dimiliki.
Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa: “Al-Jamaah atau kebersamaan itu adalah rahmat dan perpecahan itu adalah azab”. Oleh sebab itu kebersamaan dalam bingkai persatuan merupakan hal pokok dalam kehidupan berbangsa dan negara.
Dalam menghadapi situasi seperti saat ini, HIMMAH NW memiliki pondasi yang kuat. Konsep pergerakan tanah air dari sang pendirinya diharapakan mampu menjadi jawaban atas krisis kecintaan terhadap tanah air yang terjandi saat ini. Perpecahan ditengah masyarakat yang disebabkan oleh arus informasi yang salah, harus di putus mata rantainya. Cinta tanah air harus digalakkan kembali ditengah kehidupan bermasyarakat. Sehingga tidak mudah terprofokasi oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan indonesia aman dan tentram.
Cinta tanah air merupakan roh perjuangan yang merupakan salah satu pondasi utama dalam membangun indonesia. Sehingga ada ungkapan yang sangat populer dikalangan kaum nahdiyin yakni “Hubbul Wathan Minal Iman: cinta tanah air bagian dari iman” ungkapan ini merupakan penegasan akan pentingnya membangun tanah air sebagai wujud keimanan kepada Allah SWT. Keislaman dan kebangsaan merupakan dua mata uang yang tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lain. Bahkan islam menempatkan negara pada posisi yang senafas dengan kehidupan beragama.
Ulama besar Imam Al-Gazali mengungkapkan:
“Negara dan agama adalah saudara kembar. Agama merupakan dasar, sedangkan negara adalah penjaganya. Sesuatu yang tanpa dasar akan runtuh, dan dasar tanpa penjaganya akan hilang”. Ungkapan ini menggambarkan bahwa keduanya memiliki peran masing-masing yang saling menguatkan satu sama lain. Dalam konteks ini kader muda HIMMAH NW memiliki peran penting bagaimana menyuarakan islam kebangsaan ditengah gaya hidup generasi milenial saat ini yang begitu mudah benci terhadap saudaranya sendiri, hanya lantaran berbeda pilihan.
Hidupkan iman hidupkan taqwa
Agar hiduplah semua jiwa
Cinta teguh pada agama
Cinta kokoh pada negara
(Wasiat Renungan Masa Kyai Hamzanwadi)




