Nahdlatul Wathan adalah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan dakwah masih tetap eksis sampai saat ini. Banyak jasa – jasa yang di berikan dan di wariskan kepada kita semua. Terlebih ketika wafatnya, Maulana Syaikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid pendiri ormas Islam terbesar di Indonesia bagian Timur.
Ada tiga warisan besar kiyai Hamzanwadi yang di tinggalkan,;ribuan ulama,puluhan ribu santri,sekitar seribu lebih kelembagaan Nahdlatul Wathan yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. Dan ini harus kita rawat bersama sama.
Dengan semangat merawat perjuangan Maulana Syaikh, HIMMAH NW yang merupakan Badan Otonom NW mengunjungi salah satu ponpes terpencil yang ada di desa puncak jeringo kecamatan Suela.
Dipimpin langsung oleh ketua umum, Muhammad Arjulah kami mengunjungi ponpes Al – Anshor NW Puncak jeringo.
Selain untuk bersilaturahmi, kedatangan kami ini juga untuk melihat keadaan para santri dan santriwati yang menuntut ilmu. Terlebih, Indonesia sudah memasuki musim kemarau selama beberapa bulan ini.
Keadaan sekolah yang sangat membutuhkan bantuan air bersih ditengah kekeringan di musim pandemi. Para pengurus ponpes bahu membahu menangani masalah ini, terlebih penghabisan untuk pembelian air perminggu menghabiskan tidak kurang dari 800.000. Tentu,ini menjadi PR besar kita bersama untuk menjaga semangat adik – adik kita yang mondok dan bersekolah di sana.
Bahkan untuk menjaga persediaan air,para santri terpaksa turun ke desa terdekat untuk hanya sekedar menyuci pakaian sekali seminggu.
Kepala Yayasan, Ustadz Muhammad Nasir,QH,S.Pd.i mengatakan ” sudah ada bantuan air dari BPBD Lotim untuk masyarakat,namun itu tidak secara keseluruhan. Terlebih kami di ponpes dengan jumlah santri tidak kurang dari sembilan puluh,hanya mendapatkan jatah beberapa ember. Kami harus berpikir lebih banyak untuk membuat mereka tetap nyaman di pondok dan tidak berhenti sekolah. Terlebih tingginya angka putus sekolah di wilayah ini. “
Untuk menindaklanjuti masalah ini, HIMMAH NW komisariat IAIH NW Pancor akan menggandeng instansi terkait untuk menuntaskan masalah ini. Ini juga menjadi bentuk implementasi mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat.




