Ibroh Dari Guru Mulia

Ibroh Dari Guru Mulia

Mengingat kembali saat Beliau, TGH Yusuf Ma’mun datang ke Kairo dan berjumpa dengan Syaikh Ala mustafa Naimah. Masya Alloh pertemuan yang indah dan sangat berkesan di hati Syaikh Ala dan Bapak Amid. Sebelum bertolak dari Kairo menuju alexandria untuk berjumpa dengan Syaikh Ala, Sehari sebelum itu kami menghubungi Syaikh “bahwa guru kami dari Lombok dan murid dari almagfurlah maulansyaikh TGKH. M. Zainuddin abdul Majid akan ziarah kesana” Masya Alloh marhaban Ya Ahla lombok Ya ahla Nahdlatul wathan” kata Syaikh Ala .

Sampai disana kami langsung menjumpai Syaikh Ala ” Ya maulana, Syaikh yusuf ada disana..” Syaikh langsung keluar untuk menemui Bapak amid.

Sejak saat itu sampai sekarang beliau tidak lupa dengan kedatangan bapak Amidul Ma’had. Setiap kami mahasiswa yang berjumpa dengan Syaikh Ala dan beliau tau bahwa kami dari Lombok, beliau selalu menanyakan kabar dari bapak Amid, “Gimana keadaan Syaikh yusuf Ma’mun..? Beliau (syaikh yusuf) yang pernah mengunjungi kami di sini (alexandria),Syaikh yusuf adalah seseorang yang tawaddu:”.

Dan Syaikh ala pernah mengatakan :
تعلمت منه الأدب والمدد
“Saya belajar dari Syaikh yusuf adab dan madad”. Dari pertemuan dua guru mulia, kami banyak mendapatkan istifadah bahwa adab itu sebelum ilmu dan hubungan yang baik tidak akan pernah terpisah karena selalu dekat di hati walaupun jauh dari pelupuk mata.

Sebagaimanaa kalam ahli hikmah di kalangan sufi yang berbunyi :
تقارب الأرواح ليس يضره بين الديار تباعد الأجساد.
Dan ungkapan Maulanasyaikh Tgkh Zainuddin Abdul majid dalam bait Syair beliau :
فيها العلوم كذا مكارم الخلق# وقد تخرج منها أنجم الوطن.
Dari bait Syair ini kita bisa melihat bahwa almahfurlah tidak hanya mengajarkan Ilmu akan tetapi meletakkan akhlaq sebagai pondasi dalam menuntut ilmu.

Tulisan:@abdullah.fatih Lc

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA