Bagaimana peran Islamic Studies, point Islam Studies yang akan disampaikan adalah kajian kitab Turos Melayu yang ada di Nusantara. Iman Gazali diantara kitab turos ini ada kajian kitab Ayuhal Walud Imam Gazali. Apa isi dari kitab ini?
Pertanyaan dari 3 pertanyaan yang utama pada Islamic Studies dalam kehidupan kita masing-masing yaitu mempraktekan:
- Min Aima Limada Wailaina, darimana kita berasal/darimana kita datang, jawabannya Minallah berasal dari Allah, maka kita hamba tidak ada yang saling mengina, mengejek, membuli semua sama dari Allah, paling utama adalah asas kesetaraan.
- Limadah. Untuk apa kita dilahirkan, untuk apa kita diciptakan dan diwujudkan, kita diciptakan tugas kita untuk beribadah sebagimana Rosulullah katakan apapun yang dilakukan hamba yang dicintai oleh Allah dan Rosuulnya semua itu adalah ibadah, contok diskusi tentang ilmu penegtahuan ini jugatermasuk pada bagian ibadah. Kontek ibadah dalam arti luas jangan mengartikan ibadah secara sempit. Setelah kita berada di dunia secara sadar kita mau kemana, mau kemana setelah ini?
- Inalilahiwainalilahi Rojiun, kita akan kembali kepada Allah. Iman Gazali menyimpulkan dalam kitab Ayuhal Walak ini dalam Islamic Studies tidak hanya dalam bentuk kajian saja tapi bagaimana kita mencoba menerapkan dalam kehidupan, bagaimana menerapkan pada kehidupan kita masing-masing.
Berikutnya isi kitab ini adalah:
Berpikir tentang segala hal, bagaimana berpikir tentang negara, berpikir tentang budaya dan ain-lain.
Bagimana kita membina pertemanan, berkawan, konsepnya adalah jangan lupakan temanmu, sahabatmu dan saudaramu, tetap selalu mendoakannya.
Al Kobur: hakikat kubur, orang yang selamat di kubur mendapatkan garansi masuk syurga (Sayidina Ustman)
Diakhir isi kitab ini adalah sudah saatnya kajian dalam Islamic Studies diantara tanda-tanda Allah murka kepada seorang hambanya, Allah murka terhadap:
Disibukan kita dengan urusan-urusan/perkara yang tidak ada manfaatnya.
Tanda orang yang dibenci Allah adalah kehilangan waktu, tidak dipergunakan waktu untuk beribadah kepada Allah.
Ketika usia sudah melampaui usia 40 tahun, maka jika amal kita tidak mampu mengungguli amalan-amalan maksiat kita maka bersiap saja sebagai hamba yang di murkai oleh Allah.



