Minggu sore, rawut wajah bahagia terlihat jelas pada setiap Meraka yg datang. Aku dan kawan-kawan mengunjungi kediaman guru kami Namanya sangat familiar di Yayasan Mi’rajus Shibyan yaitu pak Alam, Pak Alam sudah lama terdengar sakit, kedatangan kami menjadi obat penawar kata beliau sebagai obat rindu, kami sadar sebagai murid suasana haru pasti terasa. Benny,Samsul,Adit,Dewi,Siti,Linda mewakili keluarga besar Ikatan Alumni Nahdlatul Watha Jakarta ( IANW ). Beliau berkata.
Saya bersyukur masih bisa berjalan dan berbicara pada umumnya orang yg sakit terkadang berjalan,berbicara sudah tidak mampu lagi kami mendengar nasihat beliau diam dan termenung sebagai pengingat bahwa kekuatan fisik manusia terbatas. Lanjut dengan pertanyaan singkat dari beliau satu persatu mendapat pertanyaan, beliau sebagai guru ingin tahu kegiatan sehari-hari kami.
setelah beberapa tahun yang lalu sudah lama tak bertatap muka di kelas, Aku dan kawan-kawan menjawab dengan lugu penuh kejujuran sambil tertawa bahagia. Kita do’akan semoga beliau sehat selalu panjang umur. Amien …
Jakarta, 23 Februari 2020
Benny Qitink




