INI TENTANG TGB Oleh : Ocyid Al Bahrawi

INI TENTANG TGB Oleh : Ocyid Al Bahrawi

Begitulah orang yang mulia karena ilmu dan karakter islam yang kuat. Kalau dimuliakan sebab keturunan itu barangkali itu hanya bonus, sebagai pelengkap atau yang melengkapi beliau. Di mana pun singgah selalu dicari dan dinanti oleh orang karena kehadirannya sangat dibutuhkan. Memang benarlah ilmu itu seperti cahaya tersimpan sedikit saja dikeluarkan akan dapat mencahayakan banyak orang.

Ini tentang TGB, yang kita tahu dua poin itu tersatukan pada diri beliau. Orang yang berilmu dan mempunyai akhlak yang dapat kita teladani. Mendengar pengajian TGB selalu ada butiran-butiran hikmah yang dapat dipetik untuk dijadikan sebagai pedoman dalam mengisi kehidupan yang baik. Sebab itu rasa-rasanya membutuhkan beliau itu setiap saat. Tidak ada rasa bosan menyimak tausiyahnya.

Banyak postingan dishare terkait jadwal dakwah beliau seminggu ini. Terlebih bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj. Dari beberapa pengajian beliau sebelumnya dalam sehari itu bisa tiga, empat lokasi dikunjungi, tetapi meski tema peringatannya sama namun butiran hikmah dari satu peristiwa tersebut disampaikan berbeda-beda di setiap lokasi. Itulah bagian kecil bagaimana penting dan mulianya ilmu. Kita tidak bisa membayangkan kalau keilmuan TGB pada level standar saja. Bagaimana repotnya beliau mengisi pengajian, tapi ternyata keilmuan TGB jauh di atas banyak orang.

Kemudian bagian lain dari karakter beliau yang bisa kita amati disiplin. Selalu datang tepat waktu, kalau pun ada selisih tidak pernah melewati satu jam dan itu jarang sekali. Saya ada pengalaman dalam sebuah pengajian di sebuah madrasah yang diisi oleh seorang tokoh yang dituangurukan. Planning pengajiannya setelah zuhur, hadirlah jamaah sekitar jam itu juga. Tetapi Tuan Guru yang ditunggu datang setelah asar. Saat itu saya lihat penyelenggaranya sudah kebingungan mengisi selang waktu menunggu itu, sementara tuan guru yang lain yang kebetulan hadir juga sudah bergiliran mengisi tausiahnya yang diistilahkan waktu itu sebagai mukaddimah pengajian, jamaah juga sudah mulai bosan.

Salah satu isi pengajian beliau yang dapat saya tulis di sini. Peringatan Isra’ Mi’raj mengingatkan kepada kita bahwa untuk mencapai kualitas iman dan kehidupan yang baik harus setiap saat melakukan perpindahan dan meningkatkan kualitas diri. Isra’ dimaknai sebagai perpindahan. Perpindahan dari kebaikan ke kebaikan selanjutnya. Ini maksudnya agar kebaikan itu tidak terputus, dilakukan terus sepanjang hidup. Sedang Mi’raj adalah peningkatan. Menaikkan level hidup, misal dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari belum melakukan menjadi dilakukan, dari yang sedikit menjadi banyak.

TGB itu memang seperti emas. Mau di tempat mana saja selalu berharga. Selalu menginspirasi.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA