Sinar5news.Com – Selong – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat(NTB) Iwan Setiawan,S.Sos mengatakan, akan bekerja dengan maksimal untuk melaksanakan Surat Keputusan Bupati yang berlaku tertanggal 14 September 2020 hingga 31 Desember 2020 tentang Penanggulanagn Darurat Kekeringan.

“Program-program kita saat ini adalah memberikan pelayanan suplay air bersih secara maksimal kepada seluruh masyarakat Lombok Timur yang terdampak kekeringan,dimana dari 21 Kecamatan yang ada, 15 Kecamatan yang terdiri dari 82 Desa dengan 200.000 jiwa yang saat ini membutuhkan air bersih,” Ungkap Iwan Kepada Wartawan diruangannya. Kamis (24/09/2020).
Iwan juga menambahkan bahwa menurut WHO standar kebutuhan air untuk satu orang perhari adalah 60 liter. Untuk mensuplai kebutuhan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan ada 11 armada yang disiapkan untuk mensuplai 4 zona.
“Jadi untuk mensuplai air bersih kepada masyarakat ada 11 armada tanki yang kami siapkan, dan ini dibagi menjadi 4 zona yang paling terdampak, seperti Kecamatan Jerowaru kami siapkan 2 armada yang tetap standbay dikantor Camat. Kecamatan Keruak 1 armada,Kecamatan Suela dan sambelia sama-sama 1 armada,”terang Iwan.

Mengatasi masalah bencana kekeringan ini bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi menjadi tanggungjawab kita semua terutama kepada semua pihak yang mendapatkan keuntungan dari pekerjaan yang mereka lakukan diwilayah Kabupaten Lombok Timur.
Iwan juga mengajak semua elemen masyarakat baik LSM,Ormas,Perusahan yang beroperasi di Lombok Timur,dan lembaga-lembaga yang lainnya, untuk kita sama-sama bergerak memberikan bantuan berupa air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan, karena air ini merupakan kebutuhan pokok utama yang digunakan untuk,mandi,mencuci,masak dan lainnya.
“Berbicara tentang darurat kekeringan,bukan hanya menjadi tanggungjawab BPBD atau Pemerintah Lombok Timur, hari ini kita berbicara tentang sisi-sisi kemanusiaan,karena kebutuhan air bersih ini menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat kita, dan untuk saat ini tidak kurang dari 100.000 liter air bersih perhari,yang disalurkan kepada masyarakat, dan saya juga mendapat laporan bahwa banyak lembaga-lembaga ditengah masyarakat yang peduli dengan kekeringan, seperti yang dilakukan oleh Forum Wartawan Media Online(FWMO) Lombok Timur, beberapa waktu lalu juga membagikan air bersih kepada masyarakat diwilayah Kecamatan Jerowaru,” Ungkap Kabid Bencana dan Logistik BPBD Lotim.
Kedepan menurut Iwan Pemda harus memiliki perencanaan yang matang, dalam hal darurat kekeringan ini, merupakan kejadian yang hamper dapat kita prediksi setiap tahunnya. Sehingga InsyaAllah dan mulai saat ini serta kedepan kami sudah merencanakan hal-hal yang strategis kedepan menjadi outo pilot, karena jadwal musim kemarau ini sudah bisa diprediksi bulan kejadiannya.
“Jadi jadwal musim kemarau ini sudah terukur dan Kecamatan yang terdampak itu-itu saja, karena sumberdaya alam yang ada dibagian selatan Lombok Timur ini, tidak memungkinkan untuk kita buatkan sumber-sumber mata air untuk mensuplai masyarakat,tapi pada prinsipnya kami dari Bidang Bencana dan Logistik BPBD Lombok Timur siap kerja maksimal untuk mengatasi persoalan kekeringan ini, dan tidak lupa juga kami mohon do’a kita bersama agar bencana kekeringan ini segera berakhir,” imbuhnya.
“Sementara itu ditempat terpisah masyarakat Desa Montong Baan,Kecamatan Sikur,Kabupaten Lombok Timur,mengucapkan terimakasih kepada Pihak BPBD Lombok Timur yang sudah memberikan air bersih kepada mereka, karena diwilayah tersebut juga sudah mulai terdampak kekeringan sehingga masyarakat setempat sudah mulai memakai air sungai untuk kebutuhan mandi dan mencuci.
“Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada BPBD Lombok Timur,terutama Kepala Bidang Bencana,yang telah mengirimkan kami air sebanyak 4 tanki diwilayah kami ini,” Ungkap Sabaruddin Ketua RT 5 Dusun Montong Atas, Desa Montong Baan Kecamatan Sikur.


