Shalat I’dul Fitri hari ini 2/5/22 di Ponpes Nahdlatul Wathan Jakarta berjalan dengan baik dan lancar dihadiri oleh masyarakat yang sebagian besarnya tinggal di lingkungan sekitar Pesantren.
Shalat I’dul Fitri diadakan di lapangan Pesantren. Terlihat lapangan penuh membeludak. Dari sekitar pukul 06:00 masyarakat sudah mulai terlihat berbondong-bondong datang menghadiri shalat I’dul Fitri.

Bukan saja lapangan, gedung SMA Nahdlatul Wathan pun dijadikan sebagai tempat shalat, karena di lapangan sebagai tempat utama shalat I’dul Fitri sudah penuh.
Shalat I’dul Fitri hari ini dipimpinan langsung oleh pimpinan Pesantren yang langsung sebagai imam shalat yaitu Kiyai H.Muhammad Suhaidi. Dan khatib dibawakan oleh Ust. Sugiatul.

Shalat I’dul Fitri berjalan dengan baik dan lancar dari awal acara sampai akhir acara yang ditutup dengan salam-salaman dan saling memaafkan.
Dalam khutbahnya Ust. Sugiatul menjelaskan tentang sayang Allah terhadap hambanya. Diantara bentuk sayang Allah terhadap hambanya adalah dijadikan hambanya sebagai orang yang beriman, dengan iman, dia bisa gunakan untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Orang kafir bisa mendapatkan kebahagiaan dunia, tapi tidak kebahagiaan akhirat. Jelasnya.
Dia juga menyebutkan, bahwa Allah begitu sayang terhadap hambanya, melebihi sayangnya Ibu terhadap anaknya. Pernyataan yang mengatakan bahwa Allah begitu sayang kepada hambanya dikuatkan dengan firman Allah dalam surat Al Ahzab ayat 43 yang berbunyi :
وكَان بالمؤمنين رحيما
“Dan Dia Maha Penyayang kepada
orang-orang yang beriman”.
Termasuk bentuk sayang Allah kepada hambanya adalah diwajibkan kepada mereka untuk berpuasa sebagai cara untuk menundukkan nafsu yang menjadi biang dari munculnya segala bentuk dosa. Terangnya.
Dia juga mengingatkan kepada para jamaah yang merasa telah meninggalkan puasa (tidak berpuasa), hendaklah mengganti puasanya (mengqhada’)nya, supaya tidak menyesal dikemudian hari atas perbuatannya itu.
Selanjutnya, diakhir khutbahnya dia mengatakan “Allah saja begitu sayang kepada hambanya, lalu bagaimana kita dengan sesama hamba.” Diapun mengutip sebuah hadits :
لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Artinya: Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri (HR. Bukhâri dan Muslim).
Selamat hari raya I’dul Fitri 1443 H. Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Syafa



