Sinar5news.com – Lombok Barat – Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) Al-Faqih begitu familiar ditengah masyarakat di lingkungan BTN BHP Desa Karang Bongkot Kecamatan Labuapi Jabupaten Lombok Barat.
TPQ ini mulai dirintis sejak tahun 2010 oleh sepasang suami istri yakni Saifudin dan Indah Nurul Aimah. Awal mulanya terdorong karena melihat kondisi masyarakat di lingkungan BTN BHP banyak yang kesulitan mencari tempat belajar Al Qur’an yang mudah dan berkualitas.
Maka seorang Saefudin yang kesibukannya sehari hari sebagai anggota militer yang bertugas di Korem 162/Wira Bhakti bidang pembinaan mental, disela sela tugasnya sebagai abdi negara tidak mengendorkan semangatnya untuk membumikan Al Quran dengan prinsip menjalankan hadits Nabi “khairukum mannta’alamal qur’ana wa’allamah” (sebaik baik kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarinya).
Seusai melaksanakan tugas dinas pukul 16.30 s.d 21.00 Saifudin meluangkan waktunya untuk mengajarkan Al Qur’an di TPQ yang Ia dirikan sejak 2010 itu.

Seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya jumlah santri sehingga membutuhkan gedung khusus untuk belajar dan mengajar Al Qur’an, maka pada tanggal 1 Juli 2017 berdasarkan hasil musyawarah guru dan wali murid, diresmikanlah dengan nama TPQ Al Faqih yang berarti orang yang paham terhadap aturan atau syariat Islam.
Kondisi awal saat itu santri melaksanakan proses belajar dan mengajar masih di dalam rumah, teras dan ruang tamu dengan segala keterbatasan yang ada. Namun seiring berjalannya waktu dengan sebuah tekad yang bulat serta keyakinan yang besar, hingga keberanian itu diwujudkan dengan membeli rumah untuk dijadikan gedung TPQ, dan sampai dengan saat ini berkat ketulusan dan kerja keras serta dukungan dari wali santri, masyarakat dan dari para donator, maka Gedung TPQ Al Faqih berhasil dibangun.
Gedung tersebut dibuat menjadi 6 kelas, dengan 14 orang guru, dan 217 orang santri. TPQ Al Faqih di bangun di atas tanah seluas 130 m2 yang bertempat di Jln Rajawali 4 No BTN BHP Desa Karang Bongkot Kecamatan Labuapi Kabupaten Lombok Barat NTB.
Dalam perjalanannya TPQ Al Faqih menggunakan berbagai metode sesuai kebutuhan saat itu, diantaranya pada tahun 2010 s.d 2016 menggunakan Metode Qiro’ati, kemudian pada tahun 2016 s.d 2020 diganti dengan menggunakan Metode UMMI FOUNDATION dan yang terakhir tahun 2021 hingga sekarang menggunakan Metode Tilawati.
TPQ Al Faqih hingga saat ini telah 5 kali menyelenggarakan Wisuda bagi lulusannya yang telah menyelesaikan proses pendidikan dan dianggap berhasil dalam menuntaskan proses pembelajaran Al Quran di TPQ Al Faqih.
Para santri merasa senang dan dimudahkan dalam belajar Al Quran dengan kehadiran TPQ Al Faqih. Begitu pula dengan masyarakat dan orang tua wali santri yang sangat mendukung dan senang dengan kualitas membaca Al Quran dari anak-anak nya yang belajar di TPQ Al Faqih. (Red)



