Sinar5news.com – Jakarta – Menjelang datangnya Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, Pihak PT Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) akan memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow (lawan arus) di ruas Jalan Tol Jagorawi.
Pemberlakuan lawan arus ini akan dilakukan mulai 31 Desember 2020 pukul 18.00 WIB hingga 1 Januari 2021 pukul 06.00 WIB.
Marketing and Communication Department Head JMT Irra Susiyanti mengatakan, lawan arus ini akan dilakukan sepanjang 2 KM dimulai dari KM 44+600 sampai dengan KM 46+400.
“Sehingga, lajur utama arah Ciawi dan Sukabumi diharapkan tidak terhambat,” tutur Irra dikutip dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (19/12/2020).
Untuk mengantisipasi adanya kepadatan lalu lintas yang terjadi di ruas jalan Cawang menuju jalan tol Jakarta – Cikampek yang berkemungkinan akan terjadi penumpukkan mencapai Simpang Susun, Cawang, pihak JMT akan mengarahkan para pengguna jalan tol untuk mengambil jalur alternatif menuju arah Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) atau menggunakan jalan arteri.
Sementara itu, jika terjadi kepadatan kendaraan pada Gerbang Tol (GT) Pasteur arah Bandung (Padaleunyi), maka lalu lintas akan dialihkan melalui GT Baros atau GT Pasirkoja.
Melansir melalui laman resmi Kompas, beberapa persiapan dari pihak JMT guna menerapkan sistem contraflow sudah mendominasi jelang datangnya Hari Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) yang dimulai 23 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.
Beberapa diantaranya terdapat lima persiapan layanan yang sudah siap yakni sistem transaksi, lalu lintas (lalin), konstruksi, Tempat Istirahat dan Pelayanan ( TIP).
Untuk sistem transaksi sendiri nantinya pihak JMT akan Mempersiapkan pengoperasian terhadap 116 Gerbang Tol (GT), personel tambahan guna membantu tapping dan mengoperasikan mobile reader jika terjadi antrean, serta memastikan seluruh peralatan tol berfungsi baik selama 24 jam.
Sementara pemberlakuan layanan untuk lalu lintas (lalin), telah disiapkan sebanyak 39 unit kendaraan Mobil Customer Sevice, 14 mobil Ambulan, dan 11 unit kendaraan darurat siap melayani selama sistem contraflow berlaku.
Mencegah adanya beberapa insiden yang tidak diharapkan, JMT juga sudah menyiapkan 511 unit CCTV dan 145 unit Variable Message Sign (VMS), 8 unit VMS Mobile, dan 12 unit Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS) untuk mempercepat penyampaian informasi kepada pengguna jalan.
Untuk para pekerja konstruksi nantinya akan dihentikkan terlebih dahulu sementara dimulai dari tanggal 23 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.
Dilain sisi terdapat delapan tim siap tanggap 24 jam untuk diterjunkan, 83 unit pompa air permanen, 5 unit pompa air mobile, dan 16 unit pompa alcon untuk mengantisipasi potensi genangan akibat curah hujan yang cukup tinggi.
Meski begitu, pelaksanaan ini berlangsung ditengah pandemi Covid-19 yang terus saja tiap harinya korban semakin bertambah. Untuk itu pada layanan Tempat istirahat, mushola, toilet, restoran telah memenuhi protokol penanganan Covid-19.
Misalnya, pemeriksaan suhu tubuh, menjaga jarak dan penggunaan masker, peningkatan pembersihan dengan penyemprotan disinfektan, melakukan pembatasan parkir kendaraan dengan kapasitas 50 persen dari jumlah lahan yang tersedia, serta menyiapkan ruang khusus/isolasi.




