Ka’bahKu Sayang Ka’bahKu Malang

Ka’bahKu Sayang Ka’bahKu Malang

Sinar5news- Rumah besar ummat Islam rontok di negri berpenduduk muslim terbesar dunia pada pemilu 2024. Partai berlambang Ka’bah ini yang merupakan hasil marger dari  kolaborasi beberapa  partai Islam pada tahun 60 an. Pemilu kali ini tidak berdaya terhempas dari Senayan karena tidak memenuhi syarat masuk Senayan 4 % berdasarkan undang undang pemilu.

Dalam penelusuran penulis yang mendengarkan keluh kesah Ummat di bawah dari berbagai kalangan grass road, pakar, akademisi, tokoh, komunitas. Pengurus partai,  caleg. Ummat Islam  menarik mandat akibat hilangnya  kepercayaan kepada partai ini karena ulah partai sendiri yang terus berkonflik sesama internal  partai sendiri. Sulit sekali menyatukan visi keumatan bergerak maju serentak bersama tanpa saling jegal dalam mengembangkan amanat perjuangan partai. 
 
Tidak adanya tokoh panutan pemersatu dan perekat dalam tubuh partai ini. Semua ingin menjadi tokoh karbitan yang masih haus kekuasaan. Begitu juga di tingkat daerah pengurus berjalan tanpa rol model  garis komando partai yang jelas. Padahal, jika dari awal perpecahan pada pemilu sebelumnya menyadari retaknya pengurus rumah besar ummat Islam ini. sigap berinovasi, berbenah melakukan evaluasi nasional, menggandeng ulama, cendikia, tokoh ummat di seluruh daerah. Partai Ka’bah akan mampu menjadi pemenang no. Satu di parlemen sampai kapanpun.
 
Disinilah kelemahan menajemen ummat Islam. Terbiasa melafalkan ayat firman, hadits tapi kosong implementasi. Kejadian runtuhnya Ka’bah di Indonesia pemilu 2024 ini menyadari kita betapa pengurus partai yang selama ini menggawangi Ka’bah lempar batu sembunyi tangan. Mencari kambing hitam, menyalahkan sesama, bukan jalan penyelesaian. Kini, perjuangan terakhir tinggal menunggu keberuntungan di atas palu sidang MK. Jika partai berhasil mengumpulkan bukti yang berserakan entah dimana. Hemat penulis melihat tatakelola dan menajemen partai yang amburadul. Akan kesulitan tapi tetap optimis harapan itu masih ada.
 
Semenjak caleg DPR dan DPRD Kabupaten dan kota dikumpulkan oleh Bapilu pusat di Ancol dalam rangka konsulidasi berjamaah untuk menyatukan langkah, meneguhkan tekad dengan target 11 juta suara di tahun 2024. Kocar kacir itu terlihat panitia tidak siap menyambut tamu agung para caleg DPR yang datang dari penjuru negri tidak lansung dilayani dengan baik. Para caleg sebagian tidak kebagian kamar.  Kinerja yang kurang profesional sudah  terlihat.
 
Semangat Ancol yang dikobarkan oleh jendral Bapilu Bang Sandiaga Uno. Sosok tokoh muda nasional visioner yang dikirim Tuhan untuk mengangkat elektabilitas partai dengan gaya sentuhan model kampanye yang membumi dengan sentuhan  milenial tetap belum mampu membawa partai ke Senayan.
 
Keluhan kader kepada pengurus baik di tingkat pusat dan daerah, pengurus kurang familier, jarang turun ke bawah. Instruksi hanya turun dari pusat tanpa mendengar pengurus daerah. Memimpin organisasi dengan arogan, beda pandangan main pecat. Terasa ada sekat komunikasi dan dialog  yang  kurang inten, penetapan caleg sembarangan, terlalu memberikan karpet merah bagi pengurus tertentu  untuk mendominasi no.urut satu padahal tidak semua mereka dikenal luas di dapil dan kurang padat modal untuk siap bertarung.
 
Ciri organisasi moderen termasuk partai bilamana didalamnya menempatkan personal di bidangnya secara profesional, terbuka, dapat diisi semua kalangan dari latar belakang dan suku mana saja, dialog yang hidup sehat. Dan yang terpenting pengurus itu adalah pelayan ummat yang hadir memberikan informasi partai secara berkala ke semua kader. Sistem digitalisasi wajib sudah diterapkan sekelas partai Ka’bah sebagai partai lama untuk percepatan komunikasi dan informasi.
 
Semua persoalan diatas semestinya tidak boleh terjadi atau setidaknya sudah mampu dituntaskan. Partai Islam perlu berkaca pada partai nasional semisal Golkar. Diterpa badai setiap Munas pergantian pimpinan tapi selalu dapat diatasi dengan merangkul semua tanpa ada yang ditinggalkan dan tersakiti. Karena pada prinsipnya membangun partai adalah menjaga kepercayaan warga bangsa. Golkar tetap solid masuk tiga besar sekalipun tidak pernah menjadi presiden. 
 
Keputusan DPP wajib mendengar pengurus arus bawah atau menanyakan kepada ahlinya tokoh karismatik ulama yang ke karomahannya terbukti dikenal khalayak. Ini cara dan tradisi partai Islam yang sudah bergeser harus kembali dijalankan sebagai tradisi bertanya ke ahli zikir.
 
Ini sedikit oleh oleh sebagai bagian dari evaluasi diri ke dalam guna membangun kembali Ka’bah untuk  bangkit terbang lebih jauh dalam melaksanakan amanah perjuangan  partai di masa masa akan datang. Tetap optimis, perbaiki tata kelola organisasi, gerbang Ka’bah terbuka penuh cinta untuk seluruh kader di negri tercinta ini. Kebenaran kebaikan sekalipun jika tidak terorganisir dengan rapi akan dikalahkan dengan kezaliman yang terorganisir rapi. Mari kita jadikan muhasabah untuk semua tingkatan di seluruh wilayah. Optimis Kita Bisa.
 
( Catatan Kecil Presiden Forum Kebangsaan Caleg PPP 2024 dapil NTB 2 )

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA