Sinar5news.com – Selong – Kepala Desa Dames Damai Kecamatan Suralaga,Kabupaten Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) Sa’dul Absor,S.PdI mengatakan bahwa sejak awal dicanangkannya perang melawan Corona Virus Disease 2019(Covid-19) pihaknya terus berjibaku bersama masyarakat Perangkat Desa,Karang Taruna,Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan PKK bersama-sama melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Hal itu disampaikan kepada wartawan diruang kerjanya. Rabu(15/04/2020).
Absor juga menambahkan upaya-upaya yang telah dan akan terus dilakukan adalah penyemprotan cairan disinfektan disemua wilayah yang ada di Desa Dames Dami.

“Kami sudah menjadwalkan untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan terutama ditempat-tempat umum dan lingkungan masyarakat dua kali dalam waktu 14 hari dan semua elemen masyarakat bergerak,baik BPD,Karang Taruna,PKK,Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat dan lainnya,” Ungkap Absor.
Bahkan pihaknya juga akan mengalokasikan masker terhadap semua masyarakat dari usia balita sampai orang dewasa sebagai APD(Alat Perlindungan Diri) terhadap penyebaran Covid-19.
“Kami akan berikan masker kepada masyarakat kami yang jumlahnya 2.800 orang lebih, dari usia balita sampai orang tua, dan saat ini kami sedang mendisain bentuk masker yang diperuntukkan bagi balita ,kalau untuk yang dewasa kan sudah lazim ada, tapi untuk anak-anak ini kan perlu bentuk yang khusus,” Imbuhnya.

Sedangkan terkait bantuan sembako yang akan diberikan kepada masyarakat yang dananya bersumber dari Dana Desa, Absor menyampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan pendataan.
“Untuk dana sembako dari Dana Desa kami sudah anggarkan Rp.50 juta dan saat ini kami sedang melakukan pendataan karena bantuan sembako ini tidak boleh dobel. Artinya yang sudah dapat bantuan dari BLT,PKH,BPMT dan bantuan yang lain sesuai aturannya tidak boleh dapat sembako dari dana desa, dan dana yang kami siapkan itu bisa saja bertambah sesuai kebutuhan,” Terangnya.
Ia juga menambahkan samapi dengan saat ini jumlah ODP(Orang Dalam Pematauan) di Desa Dames sebanyak 4 orang dan semuanya adalah masyarakat yang baru pulang dari Malaysia.

“Jadi yang 4 orang ODP tersebut sudah keluar surat keterangan sehatnya,sehingga mereka sekarang bukan ODP lagi dan untuk Claster Goa di Desa kami tidak ada. Dan kami juga terus memberikan sosialisai kepada masyarakat melalui corong-corong Masjid dan Musholla,agar mematuhi himbauan yang dilakukan oleh pemerintah seperti Mencuci tangan pakai sabun,jaga jarak(Physical Distancing) jangan keluar rumah kalau tidak ada hal yang sangat penting, kalaupun keluar harus memakai masker,” Pungkasnya.(Bul)



