Kadis DPMPD NTB Apresiasi Objek Wisata Desa Kesik

Kadis DPMPD NTB Apresiasi Objek Wisata Desa Kesik

Sinar5news.com – Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi besar dalam menopang perekonomian masyarakat desa. Tak heran apabila desa-desa di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) berlomba-lomba melahirkan destinasi wisata menuju desa wisata. Pengembangan desa wisata ini harus dilakukan dengan inovatif dan kreatif. Seperti halnya yang diwujudkan Desa Kesik dengan membangun wahana berstandar nasional.

Desa Kesik merupakan salah satu desa di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur dengan jumlah penduduk, 9.12 jiwa dengan luas wilayah, 539 hektare yang terbagi menjadi dua yaitu pemukiman dan lahan pertanian. Lahan pertaniannya 70 persen atau 350 hektare, selebihnya merupakan lahan pemukiman.

Saat ini Desa Kesik terus berbenah menuju desa wisata dan desa mandiri. Langkah mewujudkan itu dengan menggarap potensi wilayahnya di sejumlah dusun yang ada di desa setempat. Salah satunya dengan membangun wahana berstandar nasional. Wahana yang diberi nama “Tirta Ratu” mengintegrasikan desa dan perkotaan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Dari cita-cita desa menjadi desa mandiri, munculah pemikiran untuk membangun objek wisata. Objek wisata ini merupakan provinsi NTB. Pasalnya terdapat beberapa spot yang akan dibangun, salah satu yaitu kolam renang berstandar nasional, loncat indah, anak-anak dan dewasa. Ada juga spot berupa auditorium dengan kapasitas 1.200 orang, bungalow, musala, sarana ibadah dan taman bermain anak-anak hingga toko suvenir khas lokal dengan total 16 wahana yang nantinya berdiri di atas lahan kas desa seluas 1,6 hektare.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) Provinsi NTB, Dr.H.Ashari,SH.,MH mengapresiasi langkah Pemdes Kesik. Menurutnya, langkah yang telah dilakukan sudah sangat tepat.

“Alhamdulillah, kami bersyukur desa kesik memiliki inovasi yang baik. Tentu itu semua tidak lepas dari kerjasama seluruh pihak, terutama masyarakat desa kesik sendiri,” ungkapnya saat mengunjungi langsung wahana tirta ratu tersebut. Sabtu, 24 April 2021.

Doktor Ashari bersyukur, pembangunan objek wisata Tirta Ratu tersebut tidak meninggalkan kearifan lokal. Terlebih adat dan budaya desa kesik sendiri. Tak lupa, Kepala Dinas yang pernah menjabat sebagai Pjs Bupati Lombok Utara tersebut mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Infrastruktur dan SDM harus seimbang, keduanya harus saling menguatkan,” tutupnya dihadapan Kepala Desa Kesik, Muhammad Kadri.

Sementara itu, Kepala Desa Kesik mengungkapkan bahwa, Hadirnya wahana ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat baik skala lokal maupun nasional. Dalam menunjang wahana ini, pemerintah desa sudah menyiapkan sumber mata air tanah dengan kapasitas 8 liter per detik. “Di lokasi wahana ini terdapat pariwisata agrowisata dataran tinggi yang merupakan kawasan persawahan terasering yang menyimpan potensi untuk kawasan pariwisata dan agrowisata” ungkap Kadri.

Untuk mencapai target pembangunan, Pemerintah Desa Kesik terus berupaya membangun komunikasi dengan Pemda Lotim, pemerintah provinsi bahkan pemerintah pusat. Keterlibatan semua pihak dibutuhkan karena nilai anggaran untuk pembangunan wahana super lengkap ini sebesar Rp16,5 miliar.

Selain hadirnya wahana tersebut, Pemdes Kesik juga memiliki potensi atraksi budaya dari tujuh sanggar yang tersebar di Desa Kesik, di antaranya Sanggar Gamelan, Gendang Beleq, Barong, Jaran Jorong dan lainnya. Bahkan masyarakat Desa Kesik memiliki keahlian tersendiri membuat beragam alat kesenian, di antaranya gamelan, jaran jorong, sehingga mampu mencakup semua kebutuhan di Lotim dan NTB pada umumnya serta tradisi masyarakat yang turun temurun.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA