Karena Mau Mencoba, Akhirnya Dia Berhasil Juga

Karena Mau Mencoba, Akhirnya Dia Berhasil Juga

“Jarrib takun aaliman” Coba pasti akan bisa. Begitulah pribahasa yang tepat untuk menyebut usaha siswa/siswi SMA Nahdlatul Wathan Jakarta dalam membuat makanan sebagai persyaratan untuk mendapatkan nilai ujian praktik pada pelajaran prakarya.

Dari kemarin sampai tadi pagi 29/2/20 para siswa berupaya keras dalam membuat dan menyajikan makanan untuk mendapatkan nilai praktik prakarya.

Pada praktik prakarya kali ini guru prakarya SMA NW Jakarta bpk. Sugi mengambil materi pengolahan bagaimana membuat makanan siap saji. Tentu materi ini membuat para siswa kaget. Pasalnya siswa jarang, bahkan tidak pernah masak. Apalagi membuat makanan siap saji dan enak di rumahnya, hal ini tentu sangat sulit bagi mereka. Berbeda dengan para siswi yang biasa masak di rumah, membuat dan menyajikan masakan bagi mereka adalah hal biasa, tinggal menentukan model dan bentuk makan yang seperti apa, hanya itu masalah pada para siswi.

Para siswa memprotes guru prakarya supaya diberikan tugas yang lain, tapi Bpk. Sugi bersih kukuh harus membuat hidangan makanan. Pasalnya dari sebelumnya kita sudah sering praktik materi kerajinan, maka sekarang giliran praktik pengolahan . Dan juga anak laki-laki pun kudu bisa masak, karena kalau sudah menikah dan istrinya sakit siapa yang masak Kalau bukan suaminya. Jelas Bpk. Sugi.

Setelah bapak sugi menjelaskan tiga kriteria penilaian dari ujian praktik prakarya, maka para siswa mulai mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan dalam membuat makanan siap saji. Dalam persiapan ini mereka tidak hanya mempersiapkan bahan untuk membuat makanan, mereka juga harus mempersiapkan Handphone sebagai alat dokumentasi proses pembuatan makanan. Karena diantara kriteria penilaian yang tiga yaitu pertama; menjelaskan komposisi, kedua; menjelaskan proses pembuatan dan ketiga dari segi rasa. Kriteria pertama dan kedua harus lihai dalam menjelaskan, dan dividiokan. Ini yang membuat siswa harus mempersiapkan Handphone.

Aswir kelas XII IPA mengaku sangat berat untuk menyajikan makanan yang dituntut dalam praktik prakarya apalagi ditambah dengan presentasi menjelaskan dan memvidiokan proses pembuatan, itu tidak mudah bagi pemula yang baru kali ini disuruh membuat seperti ini. Akan tetapi karena tuntutan, maka dia harus berupaya dan berjuang keras untuk membuat sajian.

Aswir mengaku sangat lega ketika berhasil menyajikan makanan dengan nama “Pisang Goreng Krispi Isi Coklat” meskipun hasilnya tidak seperti yang ada dipasaran didagang orang. Dia merasa puas dan senang karena telah berhasil menyelesaikan ujian praktik prakarya dengan susah payah. Fath.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA