KEGIATAN SMA NAHDLATUL WATHAN JAKARTA DALAM MENGISI HARI KEMERDEKAAN RI KE-77

KEGIATAN SMA NAHDLATUL WATHAN JAKARTA DALAM MENGISI HARI KEMERDEKAAN RI KE-77

Sudah 4 hari, sejak hari Senin hingga hari Kamis (15 Agustus s/d 18 Agustus 2022) SMA Nahdlatul Wathan Jakarta mengadakan perlombaan untuk siswa-siswinya. Dalam rangka HUT RI Ke-77 ini, semua siswa ikut berpartisipasi dalam acara lomba yang diadakan di sekolah tercinta. Lombanya pun terbilang unik, merupakan hasil dari kerjasama antara OSIS dengan guru-guru lainnya. Tidak hanya itu, siswa-siswi juga membersihkan kelasnya masing-masing, menghiasnya dan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan dengan kelas yang indah dan nyaman.

Salah satunya adalah lomba bergoyang sambil diiringi musik. Jika musiknya sudah berhenti, para peserta dengan cepat duduk di kursi-kursi yang sudah disediakan. Menyenangkan sekali. Pemenang lomba ini hanyalah 1 orang, yaitu Azwan Andhika selaku perwakilan dari kelas X IPA. Ada juga lomba tata rias yang diikuti oleh siswi. Yang paling dinantikan, yaitu lomba Futsal. Memang lomba inilah yang paling menarik bagi semua murid laki-laki. Dengan pemenang tim yang masih dirahasiakan oleh panitia dan belum diumumkan.

Pagi dini hari, Rabu 17 Agustus 2022, semua murid dari masing-masing lembaga pendidikan, dari jenjang SDI, SMP, SMA dan Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta ikut menghadiri upacara bendera 17 Agustus di lapangan. Dengan pembawa acara Kak Nazwa, Tilawah Al-Qur’an oleh ananda Marjaya, pembina upacara Ust. Ahmad Madani S.Pdi, dan para Crew Sinar5 news yang meliput upacara bendera secara langsung, beserta para petugas lainnya.

Mereka, siswa-siswi Nahdlatul Wathan Jakarta terlihat senang sekali dalam menyambut HUT RI ke-77 di awal pagi. Sudah sewajarnya, kita gembira terhadap kemerdekaan Indonesia. Karena para pahlawan sudah rela berkorban demi mewujudkan negara yang bebas dari penjajah Belanda. Seperti TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid, selaku pendiri organisasi NWDI, NBDI dan NW yang berpusat di Lombok Timur NTB.

Beliau dinobatkan oleh Presiden Jokowi sebagai pahlawan nasional pada 9 November 2017 dan diakui sebagai salah satu pahlawan di Lombok atas perlawanannya melawan para penjajah. Masa kita sebagai penerus bangsa, merasa biasa saja ketika ada acara 17 Agustus seperti ini? Tentu saja, kita harus bangga terhadap kemerdekaan Indonesia dari para penjajah, yang telah menjajah negeri kita selama 350 tahun lamanya.

Walaupun kita merayakan HUT RI dengan lomba yang sederhana, tetapi harus dengan semangat yang luar biasa. Seperti kisah Nabi Muhammad, ketika beliau menetap di Madinah selama 16 bulan sambil berdoa di Masjidil Aqsa’, agar arah kiblat dipindahkan ke Mekkah tempat kelahirannya. Itu menunjukkan bahwa Nabi Muhammad sangat mencintai tanah tempat kelahirannya. Begitu kurang lebih kata sambutan saat upacara bendera, oleh Kyai Haji Muhammad Suhaidi SQ sebagai ketua yayasan Mi’rajush Shibyan Nahdlatul Wathan Jakarta.

“Saya merasa seneng banget, karena lomba-lomba di SMA NW sangat seru. Dan petugas-petugas upacara bendera, seperti paduan suara, penampilan paskib dan drumband nya juga sudah menyukseskan acara dengan baik. Saya paling suka lagu ‘Nahdlatul Wathan Lembaga Kita’ yang diikutin oleh semua murid. Jadi teringat perjuangan Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid dalam membangun madrasahnya seperti di Nahdlatul Wathan tempat saya sekolah.” Ucap Muhammad Zulfikar kelas XI IPS, salah satu siswa SMA Nahdlatul Wathan Jakarta yang berhasil diwawancarai. (majidi/18 Agustus 2022).

Penulis : Majidi AL Quddus. Siswa kls XI IPS.

 

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA