Kenapa Hilal Harus 3 Derajat dan Elongasi 6,4 Derajat.

Kenapa Hilal Harus 3 Derajat dan Elongasi 6,4 Derajat.

Bahasan kali ini hanya seputar #hilal dan elongasi, mimin tulis untuk mengedukasi agar kita paham kenapa hilal harus 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Ada yang bertanya “Logikanya kan 1 derajat itu sudah bulan baru tapi kenapa harus tunggu 3 derajat”.

Pertama, mimin luruskan dulu, bahwa bulan baru (new moon) dalam astronomi itu terjadi saat Matahari, Bulan, dan Bumi berada hampir segaris. Pada posisi ini, sisi Bulan yang menghadap ke Bumi gelap, jadi tidak terlihat sama sekali. Jadi benar, secara perhitungan astronomi, bulan baru sudah terjadi bahkan saat sudutnya masih sangat kecil, gak harus 1 derajat ya, bahkan 0 derajat sudah bisa disebut bulan baru.

Dalam praktik penentuan awal bulan #hijriah, yang dicari bukan sekadar bulan sudah baru, melainkan hilal, yaitu bulan sabit sangat tipis yang sudah bisa dilihat setelah Matahari terbenam. Inilah bedanya antara teori astronomi dan praktik rukyat (pengamatan). Muhammadiyah biasanya pakai teori astronomi, pemerintah pakai praktik rukyat.

Hilal adalah fase Bulan paling awal yang tampak sebagai lengkungan tipis setelah maghrib. Masalahnya, tidak semua bulan baru langsung bisa terlihat. Kadang posisinya masih terlalu dekat dengan Matahari, cahayanya kalah terang, atau masih terlalu rendah di ufuk.

Di sinilah muncul istilah elongasi, yaitu jarak sudut antara Bulan dan Matahari dilihat dari Bumi. Semakin besar elongasi, artinya Bulan makin menjauh dari Matahari di langit, sehingga lebih mudah terlihat.

Nah, angka seperti tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat itu bukan angka sembarangan. Itu hasil kesepakatan berdasarkan banyak penelitian dan pengalaman observasi, termasuk dari organisasi seperti Kementerian Agama Republik Indonesia dan forum internasional seperti #MABIMS (Brunai, Malaysia, Indonesia, Singapura).

Kenapa angkanya segitu? Karena dari data pengamatan selama bertahun-tahun, hilal hampir tidak mungkin terlihat kalau terlalu rendah (misalnya di bawah 3 derajat dari horizon); atau terlalu dekat dengan Matahari (elongasi kecil)

Jadi angka 3° dan 6,4° itu semacam batas aman supaya hilal secara realistis bisa terlihat, bukan cuma secara teori sudah ada.

Demikian CS, semoga tercerahkan.

Sumber
Now I Know

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA