Keputusan Pimpinan Pesantren NW JKT Dalam Menanggapi Intruksi Gubernur DKI

Keputusan Pimpinan Pesantren NW JKT Dalam Menanggapi Intruksi Gubernur DKI

Setelah jelas informasi tentang keputusan pemerintah DKI Jakarta tentang langkah antisipasi virus corona, maka Kiyai H.M.Suhaidi mengumpulkan ibu dan bpk. kepala sekolah yang berada dibawah naungan Yayasan Mi’rajush Shibyan NW Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut beliau mengajak para kepala untuk membicarakan tentang langkah-langkah yang akan diambil yayasan terhadap semua lembaga dari berbagai tingkatan dengan berpijak kepada surat keputusan yang sudah diedarkan pemerintah DKI Jakarta.

Dengan mengacu kepada intruksi gubernur dan surat edaran kepala dinas NO 27/ SE/2020 tentang kegiatan belajar di rumah (home learning). Maka pimpinan Yayasan Kiyai H.M.Suhaidi memutuskan;

Pertama, Kegiatan KBM tanggal 16-29 maret 2020 . Semua siswa siswi belajar di rumah dan di awasi langsung oleh orang tua/wali

Kedua, Siswa siswi di harapkan untuk tidak keluar rumah dan tidak di perbolehkan mengunjungi tempat keramaian

Ketika, Panduan belajar jarak jauh bisa di laksanakanlah melalui online.

Keempat, Kegiatan US, dan PTS SMA di tunda, untuk SMP kegiatan PAT dan PTS di tunda. untuk SD kegiatan TRY OUT KOTA di tunda. untuk TK Kegiatan OUTBOND di tunda

Kelima, Jika ada perubahan akan di sampai kan informasi berikutnya

Keenam, Mari kita berdoa dan menjaga vola hidup sehat serta kebersihan lingkungan supaya kita tetap sehat

Ketujuh, Tetap tenang dan cerdas menyikapi kondisi ini.

Setelah semuanya disepakati dan diputuskan, kemudian dari setiap lembaga dimohon supaya menginformasikannya kepada siswa masing-masing. Selanjutnya para siswa akan diberikan surat edaran untuk wali murid, supaya mereka juga tahu tentang kondisi proses pembelajaran anaknya untuk sementara akan berlangsung di rumah.

Khusus untuk Santri yang mukim dipesantren, Kiyai H.M.Suhaidi mengikuti keputusan kasi Pontren Timur, Supaya memperketat aktifitas santri yg keluar masuk pesantren. Kemudian mengizinkan pulang belajar di rumah bagi santri yang dijemput walinya. Hari penjemputan dimulai dari hari senin, 16/3/2020.

Beliu juga menjelaskan tentang berbagai kegiatan khusus yang akan diberikan kepada para santri pesantren yang tidak dijemput walinya. Fath.

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA