Himmah NW sebagai organisasi kemahasiswaan yang dimiliki NW telah berhasil membuat sejarah baru. Terlaksananya Kongres Himmah NW IX di Ibu Kota Negara Indonesia: Jakarta. Tepatnya di TMII Jakarta, 27-29 Februari 2020.
Berhasilnya Himmah NW melaksanakan kongres ke IX di Jakarta ini sebagai sinyal dan peletak dasar bagi Himmah NW untuk bisa lebih kontributif dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang diwariskan oleh pendiri Himmah NW Alamaghfurlah Maulanasyeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.
Dari tema yang diangkat dalam kongres kali ini yaitu “Menguatkan Spirit Islam Kebangsaan Menuju Indonesia Maju” mengandung pesan bahwa Himmah NW sebagai organisasi yang diisi oleh para intelektual muda NW ini akan lebih aktif menyuarakan dan menyebarluaskan spirit keislaman dan kebangsaan di Indonesia. Serta akan turut mengisi ruang-ruang kebaikan yang berwujud dalam program-program nyata.
Hadir dalam kongres ke IX ini adalah para tokoh-tokoh NW mulai dari PBNW beserta perwakilan dari seluruh badan otonom NW. Para alumni Himmah juga tidak sedikit yang hadir. Ada Syeikh TGB. Dr. Muhammad Zainul Majdi. Umi Dr. Sitti Rohmi Djalilah. Ayahanda Dr. Rosiadi Sayuthi. Ayahanda HM. Syamsul Luthfi. Ayahanda Dr. Najmul Akhyar. Kanda H. Iswandi. Kanda H. Irzani. Kanda Afuan Kasim dan lain-lain.
Semua tokoh-tokoh tersebut memberikan apresiasi terhadap suksesnya pelaksanaan kongres Himmah NW IX ini. Serta beliau semua tidak lupa memberikan motivasi dan dukungan dalam ikhtiar menasionalkan Himmah NW.
Dari penyampaian para tokoh saat berada di medan kongres sejak hari pertama sampai hari terakhir, saya menangkap beberapa arahan penting yang Himmah NW harus lakukan jika ingin menasional.
*Pertama, Pimpus Himmah NW harus berkantor di Jakarta*
Saat ini, centrum pergerakan Himmah NW khususnya Pimpinan Pusat (Pimpus) Himmah NW masih berada di Lombok NTB. Sehingga, ruang geraknya masih berada di tingkat lokal.
Para tokoh mengarahkan supaya berkantor di Jakarta memiliki alasan yang kuat. Di antara alasan tersebut adalah karena Jakarta menjadi centrum pergerakan dari organisasi-organisasi besar di Indonesia.
Dengan memiliki kantor pusat di Jakarta, maka Himmah NW akan memiliki kesempatan yang terbuka luas terhadap berbagai sumberdaya yang dapat dipergunakan untuk membesarkan Himmah NW.
*Kedua, Kader Himmah NW Harus Aktif dan Tanggap dalam Merespon berbagai isu yang terjadi*
Sebagai kaum intelektual muda NW, akan sangat disayangkan jika tidak aktif menyuarakan pandangannya terhadap berbagai isu dan fenomena yang terjadi. Baik dalam bentuk lisan maupun tulisan melalui berbagai media yang tersedia ataupun melalui berbagai forum-forum yang terselenggara di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Akan sangat bagus jika memiliki website khusus yang menampung berbagai tulisan kader serta channel di Youtube yang kemudian dipergunakan untuk menyebarkan pandangan terhadap keislaman, kebangsaan, dan merespon isu yang sedang terjadi.
Kami membayangkan, ketika membaca koran nasional, tertera secara rutin nama kader himmah NW dalam kolom opini. Ketika menonton televisi, tampil kader himmah NW yang menjadi narasumber yang membincang isu-isu terkini. Ketika mencari referensi ilmiah melalui jurnal-jurnal nasional dan internasional, ada karya kader Himmah NW yang dijadikan rujukan.
Jika ini terwujud dan harus diikhtiarkan terwujud, maka betapa bangganya kita sebagai kader himmah NW, khususnya menjadi kebanggan tersendiri bagi Nahdlatul Wathan.
Bahkan! Himmah NW dengan keilmuan yang dimiliki, tidak hanya mengikuti arus pemikiran dari orang lain namun sangat memungkinkan menjadi pioner dalam menelurkan konsep-konsep baru yang dapat ditawarkan untuk menjadi solusi dalam memecahkan berbagai persoalan umat, bangsa, dan negara.
*Ketiga, Himmah NW Harus Inklusif*
Inklusifitas di tubuh Himmah NW tidak dimaknakan sebagai ruang untuk menyerap paham-paham baru yang kemudian diterapkan di dalam organisasi meski bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Himmah NW. Tidak Demikian.
Inklusifitas Himmah NW dijadikan sebagai ruang untuk membuka diri dengan organisasi lain. Hal ini dimaksudkan supaya Himmah NW dapat belajar dari organsisai lain yang telah lebih dahulu menasional. Serta, dapat memperkaya wawasan terhadap pergerakan organisasi lain.
Apa yang baik dari organisasi lain dan bermanfaat untuk menggerakkan himmah NW, maka hal tersebut bisa ditiru dan diaplikasikan. Jika ini dilakukan, maka Himmah NW akan dapat berlari lebih kencang.
*Keempat, Himmah NW Harus Memperbanyak Membangun Jejaring Kebaikan*
Di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, para pakar menyebut bahwa, kata kuncinya adalah kolaborasi.
Kolaborasi ini tidak mungkin akan terwujud jika kita tidak rajin untuk memperbanyak perjumpaan dengan orang ataupun organisasi/instansi lain.
Semakin banyak jejaring kebaikan yang terbangun dan dipelihara dengan baik, maka akan bisa suatu suatu kekuatan yang power full dan menjadi akselerator dalam mewujudkan cita-cita Himmah NW.
Menutup tulisan ini, saya menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya pelaksanaan Kongres Himmah NW IX dan telah melahirkan Kanda Alimudin Safir sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Himmah NW terpilih masa bakti 2021-2023.
Tak lupa pula kami sampaikan ucapan terimakasih banyak kepada Kanda Saiful Fikri sebagai Katua Umum Pimpus Himmah NW periode 2016-2020 beserta seluruh jajarannya atas pengabdiannya dalam membesarkan Himmah NW.
Semoga, Himmah NW kedepan lebih maju dan menjadi organisasi kemahasiswaan yang diperhitungkan di level nasional.
Himmaturrijal Tahdumul Jibal. Himmah NW,”Profesional Moralis”. – Zulbajang




