Berikut ini, sampailah kita pada salah satu topik pembahasan inti dalam buku ini yang akan menjelaskan tentang macam-macam karomah yang pernah nampak atau dimiliki oleh guru besar kita Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Dan berbagai bentuk dan macam karomah beliau yang penulis dapat telusuri dan ceritakan dalam buku sederhana ini, tentunya berdasarkan fakta dan realita dengan cerita yang “Mutawatir”, yakni berasal dari sejumlah orang yang kita yakini kejujuran dan kebenarannya, sehingga terhadap berbagai bentuk dan ragam karomah yang diberikan Allah kepada guru besar kita Maulana Syaikh itu adalah nyata, tidak dusta dan tidak terbantahkan adanya.
Namun sebelum kita membahas lebih jauh tentang karomah guru besar kita Sulthaanul Aulia Al-`Aalim Al-`Allamah Al-`Aarifu Billaah, Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, maka sangat bagus kita perhatikan terlebih dahulu gambaran karomah yang tertuang dalam kitab “al-Futuhat al-Makiyyah. Dalam hal ini, al-Syaikh Ibnu ‘Arabi menyebutkan kitabnya yang berjudul; “Mawaqi’ al-Nujum”, sebuah kitab yang sering dipujinya sebagai kitab yang sangat bagus dalam mengupas masalah karomah yang muncul dari anggota-anggota tubuh yang taat. Anggota tubuh yang dimaksudkan itu adalah Mata, Telinga, Lidah, Tangan, Perut, Kemaluan, Kaki, dan Hati. Menurutnya, apabila masing-masing anggota tubuh menaati hukum syara’ dan dilakukan oleh orang yang bertanggung jawab, maka akan muncul karomah. Dan dalam kitab tersebut disebutkan berbagai pengetahuan, rahasia Ilmu Hakikat, dan manfaat ilmu Syariat.
Berikut ini, perlu kita perhatikan terlebih dahulu deskripsi dari anggota tubuh yang berupa Mata, Telinga, Lidah, Tangan, Perut, Kemaluan, Kaki, dan Hati yanag apabila masing-masing anggota tubuh tersebut menaati hukum syara’ dan dilakukan oleh orang yang bertanggung jawab, maka akan muncul karomah.
1. Karomah dari Mata
Untuk karomah mata, jika digunakan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, maka mata tersebut akan mampu melihat, seperti dalam contoh kedatangan tamu dari jarak jauh sebelum ia datang, bisa melihat dari balik dinding tebal, melihat Ka’bah ketika shalat, dan lain-lainnya. Di antara karomah lainnya adalah dapat menyaksikan alam malakut spiritual baik malaikat, penghuni ketinggian (Mala’ul a’la), jin, Nabi Khidir `alaihissalam, dan para Abdal.
2. Karomah dari Telinga ;
Untuk anggota tubuh berupa telinga digunakan, ketika melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan, maka diantara karomah yang akan muncul adalah mendengar kabar gembira bahwa sang pemiliknya merupakan salah seorang yang diberi hidayah dan akal oleh Allah Subhanahu wa ta`ala. Ini merupakan karamah terbesar, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah Subhanahu wa ta`ala; “Sebab itu sampaikanlah kabar kembira kepada hamba-hamba-Ku, yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.” (QS Al-Zumar [39]: 17-18). Selain itu, telinga juga dapat mendengar ucapan benda mati, sehingga terdengar semua benda bertasbih kepada Allah Subhanahu wa ta`ala dengan bahasa yang jelas, sebagaimana bahasa manusia.
3. Karomah dari Lidah;
Adapun untuk anggota tubuh berupa lidah, jika digunakan untuk melaksanakan ketaatan dan menghindari kemaksiatan, maka diantara karomah yang akan muncul adalah mampu berbicara dan bercakap-cakap dengan alam yang lebih tinggi (Alam al-`Ala). Selain itu, ia akan bisa memanggil dan berhubungan dengan para penghuni alam yang lebih tinggi. Apabila ia hanya sekedar berbicara dengannya, penghuni alam itu tidak menjawabnya. Apabila terjadi pembicaraan antara dia dengan mereka, maka kemampuannya berbicara dengan mereka adalah karamah lisan, kemampuannya mendengar ucapan mereka adalah karamah telinga, dan kemampuannya menyaksikan mereka adalah karamah mata. Demikian juga anggota-anggota tubuh lainnya, karena ada hubungan antara anggota-anggota badan dan ketaatan yang dilakukannya. Di antara karomah lainnya adalah mampu mengatakan suatu keadaan sebelum terjadinya, memberitahukan hal-hal ghaib, dan akan munculnya benda-benda.
4. Karomah dari Tangan;
Selanjutnya di antara karomah yang akan muncul bila tangan dipergunakan untuk melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan adalah munculnya warna putih bersih tanpa noda di tangan ketika dimasukkan ke dalam saku seperti yang terjadi pada Nabi Musa `alaihissalam, memancarkan air di sela-sela jari yang terjadi pada Nabi Muhammad Shalallahu `alaihi wa sallam, melemparkan tanah ke muka musuh, sehingga mereka kalah. Para wali Allah dengan kehendak-Nya mengepalkan tangan ke udara, lalu ketika mereka membukanya muncullah perak, emas, dan lain-lain.




