KHIDMATNYA PERINGATAN MAULID NABI MUSHALLA ALIMUDDIN NW BANGKET LAUK, SIKUR

KHIDMATNYA PERINGATAN MAULID NABI MUSHALLA ALIMUDDIN NW BANGKET LAUK, SIKUR

Memperingati maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan oleh umat Islam di seluruh dunia adalah suatu media terbaik untuk mempelajari sejarah kelahiran beliau dan meneladani perjuangannya menyebarkan agama Islam dengan segala tantangan dan hambatannya. Dengan mengundang para ulama’ untuk memberikan taushiyah yang menyejukkan, sehingga para juma’ah dan umat yang mendengarkan tambah mantap keyakinannya untuk senantiasa mengikuti Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan yang terbaik dalam segala aspek kehidupan.

Demikian juga peringatan maulid Nabi ini dilaksanakan di Mushalla Alimuddin NW Bangket Lauk, Desa Sikur, Lombok Timur, NTB pada hari Ahad, 1 November 2020 M/15 Rabiul Awwal 1442 H. yang dimulai pukul 13.30 WITA. Mushalla Alimuddin NW Bangket Lauk ini terletak di sebuah tempat terpencil yang dalam bahasa Lomboknya dinamakan Repok (terdiri dari beberapa rumah) yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kehidupan manusia modern. Perlu diketahui bahwa Mushalla Alimuddin NW Bangket Lauk ini didirikan oleh almarhum Amaq Mainah tahun 1999 dan saat ini yang meneruskannya adalah putranya yang bernama Ust. Maroan alumni MTs NW Sikur.

Berdasarkan pengamatan media SinarLIMA (Sinar5News.com) para jamaah yang datang begitu antusias, semangat dan senang mengikuti peringatan maulid Nabi ini. Mereka datang dari berbagai tempat yang cukup jauh ada yang berjalan kaki, ada juga yang menggunakan sepeda motor. Para jama’ah yang datang dari tempat yang cukup jauh seperti Dasa Luah, Manggong, Bagek Belang dan Kebon Pancor. Tidak ketinggalan juga jama’ah datang dari warga sekitar seperti Repok Direk dan Batu Gapit.

Pembawa Acara Windi (santri Mushalla Alimuddin NW Bangket Lauk)

Yang bertugas sebagai pembawa acara peringatan maulid Nabi ini adalah Windi (santri Mushalla Alimuddin NW Bangket Lauk). Dalam membawakan acara terlihat sangat tenang dan mampu membawakan acara ini dari awal sampai akhir, sehingga acara berlangsung sangat lancar, khidmat dan tertib.

Acara dimulai dengan pembukaan dan pembacaan kalam ilahi oleh Ust. Saharuddin, QH, S.PdI dengan suara yang indah dan merdu membuat acara maulid Nabi ini menjadi khidmat dan berbekas di hati. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama oleh ketua panitia M. Nasrin (salah seorang thullab Ma’had Darul Quran Walhadits NW Anjani). Dalam sambutannya M. Nasrin mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jama’ah yang telah menghadiri peringatan maulid ini, juga memohon maaf atas segala kekurangan baik dari segi penyambutan, pengadaan tempat, maupun konsumsi.

 

Ketua Panitia M. Nasrin (salah seorang thullab Ma’had Darul Quran Walhadits NW Anjani)

Selanjutannya sambutan kedua yang disampaikan oleh Kepala Desa Sikur Bapak H. M. Sayuthi Abdul Hamid. Dalam sambutannya Kepala Desa banyak memberi motivasi diantaranya agar kegiatan peringatan hari besar Islam seperti maulid Nabi dan peringatan-peringatan lainnya agar terus dilaksanakan walaupun di Repok ini, dengan segala keterbatasan dan tantangan yang ada, tetapi jangan menyurutkan langkah demi tegaknya syiar Islam di muka bumi.

Kepala Desa Sikur Bapak H. M. Sayuti Abdul Hamid

Pada kesempatan yang baik ini, Kepala Desa tak lupa mengucapkan syukur Alhamdulillah, bahwa program bantuan pemerintah tahun ini untuk Desa Sikur sebesar 1,8 miliar dapat dimanfaatkan dengan baik untuk perbaikan jalan, bedah rumah dan lain-lain. Juga menyampaikan kondisi covid-19 masih mewabah di berbagai tempat, maka beliau menekankan untuk selalu mematuhi protocol kesehatan seperti selalu menggunakan masker, sering cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak (physical distancing) antara satu dengan lainnya.

Penceramah Maulid Nabi TGH. M. Nasirin, QH.

Tibalah pada acara inti yaitu uraian hikmah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh TGH. M. Nasirin, QH. Dalam taushiyahnya beliau menyampaikan beberapa hal penting yang mesti selalu diingat sebagai pelajaran yang sangat berharga yaitu;

Pertama, sebagai tanda cinta kepada Nabi hendaknya banyak membaca shalawat kepadanya. Dengan shalawat ini akan menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW, bahkan dikatakan dalam sebuah hadits bahwa orang yang sebenar-benarnya dinamakan pelit/bakhil adalah apabila disebut nama nabi, tetapi tidak mau bershalawat kepada beliau.

Kedua, fadilah memperingati maulid Nabi adalah mengetahui sejarah kelahirannya, silsilah keluarganya, sejarah perjuangannya dan tantangan-tantangan yang dihadapi dari kafir quraisy sewaktu beliau menyampaikan risalah Islam di kota Makkah.

Ketiga, menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan terbaik umat sepanjang zaman. Beliau adalah peribadi mulia yang telah memberi teladan yang sangat baik dan indah dalam segala aspek kehidupan dalam berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Apabila kita mengikuti ajaran beliau, maka selamat dan berkahlah hidup kita, akan tercipta kedamaian, persatuan, kekompokan dan kebersamaan dalam segala keadaan yang ada, karena sejatinya Nabi Muhaamad SAW itu diutus untuk menyempurnakan akhlak dan membawa rahmat bagi seluruh alam.

Itulah tiga hal pokok yang disampaikan oleh TGH. Nasirin, QH pada peringatan maulid Nabi tahun ini, semoga dapat diamalkan dalam kehidupan nyata, agar kita selamat dan bahagia dari dari dunia sampai akhirat.

 

Para jamaah bersama para tokoh agama dan masyarakat

Pada peringatan maulid Nabi ini, dihadiri beberapa tokoh masyarakat dan tokoh agama yang datang dari berbagai tempat seperti Dasa Luah, Manggong, Kebon Pancor dan Batu Gapit diantarnya Bapak H. Muhit, Syamsiah, S.Pd, H. Sodiq, Masrah, Sumar, Kawil dan Marzuki. (Amr)

Bekasi, 6 Rabiul Akhir 1442 H/22 November 2020 M

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA