Khutbah Jum’at Edisi 28 Agustus 2026: Kemerdekaan dan Maulid Nabi SAW: Refleksi Perjuangan dan Akhlak Mulia 

Khutbah Jum’at Edisi 28 Agustus 2026: Kemerdekaan dan Maulid Nabi SAW: Refleksi Perjuangan dan Akhlak Mulia 

Khutbah Jum’at Edisi 28 Agustus 2026: Kemerdekaan dan Maulid Nabi SAW: Refleksi Perjuangan dan Akhlak Mulia 

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ الرَّحِمُكُمُ اللَّهُ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Hadirin jamaah kaum muslimin yang berbahagia rahimakumullah,

Pada bulan Agustus yang penuh berkah dan kemuliaan ini, kita bersama-sama berada di dalam dua gelombang syukur yang sangat besar dan luar biasa agung. Yang pertama, kita baru saja memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2026. Dan tidak berselang lama, di bulan yang sama, kita menyambut hari kelahiran Nabi Besar kita tercinta, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang bertepatan dengan tanggal 28 Agustus 2026 Masehi, atau yang bersesuaian dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1448 Hijriyah.

Dua peristiwa besar ini mengetuk relung hati kita untuk menundukkan kepala, bersyukur serendah-rendahnya ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah telah melimpahkan kepada bangsa kita dan kepada seluruh alam semesta nikmat kemerdekaan fisik dari belenggu penjajahan, sekaligus nikmat agung berupa nur (cahaya) petunjuk melalui risalah kenabian.

Seluruh rakyat Indonesia menyambut kemerdekaan dengan gegap gempita, penuh suka cita. Dari upacara bendera yang khidmat di Istana Negara hingga pelosok-pelosok desa, lembaga pendidikan, perkantoran, dan di tengah masyarakat umum, semarak kemerdekaan diisi dengan berbagai kegiatan positif. Semua itu dilakukan bukan sekadar seremonial, melainkan wujud penghormatan yang tulus untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tanah tumpah darah tercinta.

Namun, jamaah sekalian, di samping rasa syukur atas kemerdekaan tanah air, ada satu nikmat yang jauh lebih besar, yang menjadi titik balik peradaban umat manusia: yaitu terlahirnya sang pelita jiwa, pemberi cahaya kehidupan, Baginda Nabi Besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ke muka bumi. Dengan kelahirannya, dunia yang tadinya gelap gulita disinari oleh cahaya iman. Tersebarlah luas keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan yang merata, karena beliau diutus semata-mata sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta (rahmatan lil ‘alamin).

Sebagai warga negara yang baik sekaligus umat yang mencintai Rasulullah, kita wajib menampilkan sikap-sikap mulia. Para pahlawan bangsa dahulu telah menunjukkan kesetiaan yang luar biasa, berjuang dengan gigih melawan penjajah yang merampas kedaulatan, demi menjaga ketertiban, keadilan, dan persatuan di bumi pertiwi. Begitu pula junjungan kita, Nabi Besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau adalah suri teladan mutlak bagi seluruh umat manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan keagungan akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Qalam ayat 4:

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berada di atas budi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)

Bayangkanlah perjalanan dakwah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam—selama 13 tahun di periode Mekkah dan 10 tahun di periode Madinah—beliau senantiasa memancarkan akhlak mulia dan sifat-sifat terbaik. Pada masa jahiliyah, manusia bergelimang dalam kesyirikan, kejahatan, dan peperangan antar suku yang tidak ada habisnya. Nyawa seakan tak ada harganya, bahkan kaum perempuan direndahkan hingga kehilangan kehormatannya. Namun, begitu cahaya Islam hadir melalui risalah Nabi Muhammad SAW, akhlak umat manusia direvolusi secara total.

Aqidah mereka diluruskan, disadarkan untuk menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Pencipta, bukan kepada berhala atau dewa. Rasulullah juga menegakkan hukum-hukum yang berkeadilan, menyetarakan kedudukan antara laki-laki dan perempuan di hadapan Allah Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 97:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Begitu pula sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menegaskan bahwa misi utama diutusnya beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ (atau dalam riwayat lain: لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ) “Sesungguhnya aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Amal saleh adalah cerminan nyata dari akhlakul karimah. Jika ia dilakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, maka ia akan bernilai mulia di sisi Allah. Ketika etika dan adab kita junjung tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, hal itu akan mengangkat derajat hidup kita menjadi orang-orang yang terhormat dan dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hadirin jamaah sidang Jumat yang dimuliakan Allah,

Melalui mimbar Jumat ini, mari kita berkaca diri dan belajar dari akhlak para pendahulu kita, para pejuang bangsa, dan di atas segalanya, mari kita teladani akhlak Baginda Nabi Besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam seluruh aspek interaksi sosial.

Beliau berakhlak mulia kepada orang miskin, sangat penyayang kepada anak-anak kecil, penuh kasih bahkan kepada hewan, dan menunjukkan keluhuran budi yang luar biasa bahkan kepada musuh-musuh yang memusuhi beliau. Beliau adalah figur yang sempurna, komplit dalam segala sisi kepribadiannya. Tidak heran jika agama Islam menjadi satu-satunya agama yang berkembang paling pesat di muka bumi, bukan karena kekerasan, melainkan karena keagungan akhlak para pemeluknya yang mampu menyentuh jiwa dan membuka akal sehat manusia untuk memeluk Islam sebagai rahmat bagi semesta alam.

Semoga momentum kemerdekaan dan bulan kelahiran Nabi ini membakar semangat kita untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia, bermanfaat bagi sesama, dan teguh dalam menjaga keutuhan serta kemuliaan bangsa.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHOTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ المَصَابِيحِ الأَنُوَرِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَحَذَّرَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيمًا: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِيَ الحَاجَاتِ.

اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِينَ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Jakarta, 14 Rabiul Awal 1448 H/27 Agustus 2026 M

DATA PENULIS

  • Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)

  • Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)

  • Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.

  • Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.

  • Karya: Penulis 25 buku & Pencipta 12 album lagu religi.

  • Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV

  • Kontak: 0878-8727-0732

Baca Selanjutnya

DARI PENULIS

BERITA TERKAIT

IKLAN

TERBANYAK DIBACA

BACA JUGA