Komitmen Cegah Bullying, OSIS SMP Nahdlatul Wathan Jakarta Antusias Ikuti Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Sudin PPAPP Jaktim
JAKARTA, Sinar5News.com — Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Nahdlatul Wathan Jakarta menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari tindakan perundungan (bullying). Hal ini diwujudkan melalui partisipasi aktif lima perwakilan siswa dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (Sudin PPAPP) Kota Administrasi Jakarta Timur pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting mulai pukul 08.15 WIB hingga selesai tersebut diikuti dengan penuh keseriusan dan antusiasme tinggi. Delegasi OSIS SMP Nahdlatul Wathan Jakarta diwakili oleh lima pengurus, yaitu Ubaidillah (Ketua OSIS), Risyad Hardiyansah, Tiara Nurul Azmi, Putri Shafa Salsabila, dan Rafa Gusti Nugraha.
Kegiatan ini merujuk pada surat permohonan resmi Kepala Sudin PPAPP Kota Administrasi Jakarta Timur Nomor e-0041/BP.02.01 tertanggal 31 Juli 2026. Acara dibuka oleh Kepala Sudin PPAPP Jakarta Timur, Ferlina Kirtiasih, dengan menghadirkan narasumber ahli seperti Nyi Mas Diane W., S.Psi., M.A. (Co-Founder Dianesia Foundation) yang membawakan materi “Dari Bystander Menjadi Upstander: Membangun Keberanian Remaja Untuk Mencegah Kekerasan”, serta Vitria Lazzarini Latief, M.Psi., Psikolog dengan materi pengelolaan emosi sehat.
Pesan Kepala Sekolah: Terapkan Ilmu dalam Kehidupan Sehari-hari
Kepala SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, H. M. Sarbini, S.Ag., memberikan arahan tegas sekaligus motivasi kepada para utusan OSIS agar memanfaatkan momen ini sebaik-baiknya. Beliau menekankan bahwa isu kekerasan dan perundungan merupakan ancaman nyata bagi masa depan generasi muda.
“Anak-anakku sekalian harus mengikuti kegiatan penting ini dengan sungguh-sungguh. Bagaimanapun juga, masalah kekerasan sangat berbahaya bagi keberhasilan hidup, terutama bagi para pelajar yang sedang menimba ilmu di sekolah,” ujar H. M. Sarbini, S.Ag.
Beliau juga berpesan agar materi yang didapatkan tidak berhenti pada tataran teori, melainkan diimplementasikan secara nyata di lingkungan pergaulan sekolah. “Saya berharap ilmu-ilmu yang didapatkan hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan SMP Nahdlatul Wathan Jakarta bersama teman-teman kalian,” tambahnya.
Hasil Wawancara OSIS: Siap Menjadi Pelopor dan Pelindung Korban Bullying
Usai mengikuti rangkaian sosialisasi, Ketua OSIS SMP Nahdlatul Wathan Jakarta, Ubaidillah, didampingi pengurus OSIS Risyad Hardiyansah, membagikan pemahaman mendalam serta langkah konkret yang akan diambil OSIS di sekolah.
Ubaidillah mengungkapkan bahwa materi sosialisasi memberikan panduan praktis dalam menghadapi realitas perundungan yang kerap terjadi di lingkungan remaja.
“Dari sosialisasi ini, saya mendapat cara-cara konkrit untuk menangani bullying di sekolah. Pertama, kita harus membuat korban merasa aman dan tidak merasa kesepian. Kedua, kita menegur pelaku bullying. Jika tindakan tersebut sudah melewati batas, langkah terakhir adalah melapor kepada guru, orang tua, atau orang dewasa di sekitar kita,” papar Ubaidillah.
Ia menegaskan pentingnya menanamkan prinsip kesetaraan antar sesama siswa. Menurutnya, tindakan bullying sering muncul karena adanya pihak yang merasa paling kuat dan semena-mena.
“Materi ini sangat penting karena belakangan ini banyak pelaku bullying yang merasa paling jago dan paling kuat. Padahal, semua manusia itu derajatnya sama. Oleh karena itu, kami sebagai pengurus OSIS akan lebih menegakkan aturan-aturan sekolah agar tingkat perundungan di sekolah kami bisa ditekan,” tegasnya.
Mulai dari Diri Sendiri dan Kawal Teman Sebaya
Terkait strategi pencegahan ke depan, Ubaidillah menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari keteladanan pengurus OSIS terlebih dahulu sebelum mengajak seluruh siswa.

“Pencegahan ini akan saya mulai dari diri saya sendiri dan teman-teman pengurus OSIS terlebih dahulu, baru kemudian memperingatkan teman-teman yang lain. Saya akan selalu menegur siswa yang melakukan tindakan bullying, terutama siswa laki-laki yang sering kali lebih rentan terlibat aksi perundungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, OSIS tidak akan tinggal diam jika mendapati tindakan perundungan yang sudah menimbulkan rasa cemas atau trauma pada korban. Pihaknya siap mengambil tindakan lanjut dengan mengandeng pihak sekolah dan guru bimbingan konseling demi memastikan lingkungan SMP Nahdlatul Wathan Jakarta tetap kondusif, aman, dan bersahabat bagi seluruh siswa. (Amr/Red)
Penulis: Marolah Abu Akrom (penulis khutbah Jum’at dan jurnalis media SinarLlIMA, Guru BK SMP Nahdlatul Wathan Jakarta



