Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
الحمد لله الذي اعطانا فرصة لاداء رمضان، وطاب نفسنا لاداء صوم رمضان .و الصلاة و السلام على نبينا محمد خير ولد آدم ، واله وصحبه اجمعين اما بعد
Yang terhormat : Pengurus Masjid…., para hujjaj, para asatidz dan segenap jamaah shalat isya dan tarawih yang dirahmati Allah SWT.
Untaian Puji dan syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk ikut serta melaksanakan ibadah puasa Ramadan, dan dia telah memperbaiki jiwa kita untuk tulus ikhlas menjalani ibadah puasa Ramadan.
Semoga shalawat dan salam terus tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sebaik-baik anak Adam yang telah mencontohkan kepada kita tentang bagaimana cara berpuasa Ramadan yang semestinya.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah
Puasa bukan hanya kewajiban agama, tapi juga pengalaman spiritual yang dapat meningkatkan kualitas hidup kita. Saat berpuasa, selain menahan lapar dan haus, ada juga kebutuhan lain yang perlu dipenuhi untuk meraih manfaat penuh dari puasa. Dalam kesempatan ini, kita akan coba menjelajahi kebutuhan jiwa dan raga yang harus dipenuhi selama berpuasa agar merasakan manfaat spiritual dan kesehatan yang lebih tinggi.
Puasa merupakan kewajiban agama bagi umat Muslim. Namun, perlu diketahui bahwa puasa tidak hanya memberi dampak positif pada dimensi agama, tapi juga memberi banyak manfaat pada dimensi kesehatan dan spiritual kita. Mungkin itulah mengapa puasa telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi dari para Nabi dan Rasul dari dulu sampai sekarang di seluruh dunia. Dan Ramadan ini menjadi waktu yang tepat untuk memahami kebutuhan jiwa dan raga selama berpuasa.
Dalam berpuasa, setidaknya kita berusaha memenuhi tiga kebutuhan yang ada pada diri kita, supaya pelaksanaannya berjalan dengan baik dan lancar, serta mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan. Adapun tiga kebutuhan tersebut adalah:
1. Kebutuhan fisik,
2. Kebutuhan psikologis
3. Kebutuhan spiritual
Pertama: Kebutuhan Fisik Saat berpuasa, kebutuhan fisik manusia yang paling mendasar adalah makanan dan minuman. Menahan lapar dan haus selama berpuasa tanpa memperhatikan nutrisi yang diperlukan dapat mengurangi manfaat kesehatan bagi orang yang berpuasa. Sebisa mungkin untuk memperhatikan asupan makanan yang seimbang dan cairan yang cukup saat sahur dan berbuka, serta menghindari makanan dan minuman yang tidak sehat.
Apalagi bagi orang tua, fisik sudah lemah, sensitif terhadap berbagai bentuk makanan, hendaknya lebih berhati-hati dan memperhatikan makanan yang akan dikonsumsi. Jangan sampai memaksakan diri untuk mengonsumsi makanan yang berbahaya bagi fisik. Utamanya saat berbuka puasa, hendaklah menyaring berbagai bentuk makanan yang dikhawatirkan mengganggu kestabilan kondisi kesehatannya.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah
Kedua: Kebutuhan Psikologis. Puasa tidak hanya memengaruhi tubuh kita secara fisik, tapi juga berdampak pada keadaan pikiran dan emosi kita. Dalam keadaan puasa, penting untuk menghindari stres, menjaga kontrol emosi, serta memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur yang cukup. Ada juga kegiatan yang bisa membantu kita menenangkan pikiran, seperti meditasi atau membaca Al-Qur’an.
Dalam bulan Ramadhan, sangat dianjurkan banyak membaca Al-Qur’an, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap ketenangan pikiran. Saat membaca Al-Qur’an, berarti seseorang sedang berkomunikasi dengan raja diatas raja penguasa alam semesta. Kalau berbicara bersama presiden selaku pemimpin di sebuah negara hati terasa senang, lalu bagaimana kalau berbicara dengan penguasa dan pemilik alam semesta, tentu akan lebih dahsyat dan lebih mendatangkan ketenangan, kesenangan dan kenyamanan.
Adapun makna meditasi disini adalah menahan, menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, menahan dan melatih anggota badan supaya fokus kepada Allah dan hal-hal yang baik, serta tidak menjurus, tidak memikirkan atau tidak melakukan perbuatan dan perkataan yang bisa mencederai puasa.
Ketiga: Kebutuhan Spiritual. Puasa merupakan bagian dari ritual agama yang didasarkan pada keimanan dan ketaqwaan. Oleh karena itu, selama berpuasa, kita juga perlu memenuhi kebutuhan spiritual yang mendorong kita untuk lebih dekat dengan Tuhan. Ini dapat dilakukan dengan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Quran, atau melakukan kegiatan positif lain yang sesuai dengan nilai-nilai agama kita.
Salah satu tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan puasa Ramadan adalah ketakwaan (la ‘allakum tattaquun) yang merupakan bagian terpenting dari kebutuhan inti spritual dalam Islam. Dengan Shalat, membaca Al-Qur’an, banyak berdzikir pada siang dan malam Ramadhan, diharapkan dapat meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala.
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah
Dalam rangka meraih manfaat spiritual dan kesehatan yang optimal dari puasa, kita harus berusaha memenuhi kebutuhan jiwa dan raga secara seimbang. Dengan memperhatikan aspek fisik, psikologis, dan spiritual dalam berpuasa, kita dapat mengembangkan kesadaran diri yang lebih tinggi untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, sebisa mungkin kita mengisi waktu puasa ini dengan amalan yang baik.
Demikian kultum yang bisa saya sampaikan pada malam ini. Mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua.
Wallahul mafiq Wal Haadi ilaa Sabilirrasyad
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Oleh: Muhammad Fathi



