Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.
Puji syukur kahadirat Allah azza wajalla solawat serta salam di haturkan kepada baginda nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam, keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya sampai akhir zaman.
Dengan segala kekurangan penulis yang faqir ini dan dengan mengharapkan ridha Allah azza wajalla semoga tulisan yang di namakan “Kumpulan Doa-Doa Selamat Dari Bala Sesuai al-Quran dan al-Sunnah” ini semoga bisa bermanfaat untuk kita semua, mengingat seluruh dunia pada saat ini sedang di timpa musibah yaitu salah satu virus yang mematikan yang di kenal dengan covid-19 atau di kenal dengan corona virus.
Maka dari itu kita sebagai ummat muslim senjata yang paling ampuh untuk membentengi diri kita dari musibah dan segala macam bahaya yaitu dengan berdoa kepada sang maha pencipta Allah Azza Wajalla. Karena tak lain dan tak bukan apa yang kita alami sekarang ini adalah bentuk ujian yang barang siapa dapat melewatinya dengan kesabaran maka dengan izinnya kita semua akan di angkat derajat kepada derajat yang terhormat.
Doa ke-1
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih:
وروينا في كتابي أبي داود والنسائي بإسنادين صحيحين عن أنس – رضي الله عنه – : أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يقول اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، والجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ. رواه أَبُو داود بإسناد صحيحٍ
Artinya, “Diriwayatkan kepada kami di kitab Abu Dawud dan An-Nasa’i dengan sanad yang bagus dari Anas–radliyallahu anhu–Nabi Muhammad SAW berdoa, ‘Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit buruk.’ (HR Abu Dawud dengan sanad sahih.”)
Abdul Muhsin Al-Abbad dalam Syarah Abu Dawud menafsirkan kata “sayyi’il asqam” atau penyakit-penyakit buruk dalam hadits ini sebagai ragam penyakit yang membuat buruk rupa dan bahaya pada manusia. Sedangkan M Syamsul Haqqil Azhim Abadi dalam Kitab Aunul Ma‘bud memahami “sayyi‘il asqam” sebagai wabah penyakit seperti tuberculosis, busung air, dan penyakit lain. Adapun Abu Abdillah Ar-Rahmani Al-Mubarakfuri dalam Kitab Mir’atul Mafatih Syarh Misykatil Mashabih mengutip pendapat Ibnu Malik yang mengatakan bahwa penyakit buruk itu adalah penyakit di mana orang lain menjaga diri dari pengidapnya, di mana mereka tidak mengambil manfaat dari pasien dan pasien tidak mendapat manfaat dari mereka. Dengan penyakit itu, pasien atau korban tidak dapat menjalankan kewajiban terhadap Allah dan makhluknya. Atas penyakit ini, kita disunnahkan untuk berlindung diri. Syekh Abdur Rauf Al-Munawi dalam At-Taysir syarah Al-Jami’is Shaghir mengatakan, Rasulullah berlindung dari segala penyakit tersebut sebagai bentuk pernyataan kefaqiran kepada Allah atau pengajaran bagi umatnya. Sedangkan tiga penyakit pertama yang disebut (lepra, gila, dan kusta) adalah termasuk penyakit buruk. Tetapi ketiganya tetap disebut karena tiga penyakit itu paling dibenci oleh bangsa Arab.




