Sinar5news.Com – Lombok Timur – Kepala Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur,Nusa Tenggara Barat(NTB) Lalu Rajabul Akbar,S.Ag terus melakukan inovasi dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakatnya yang berjumlah 2.780 KK atau 8.000 jiwa. Melihat potensi yang ada diwilyahnya di tahun kedua kepemimpinannya ia focus dalam pengembangan sector pertanian Hidroponik dan penangnan sampah hingga bernilai ekonomis.

“Melihat potensi yang ada di Desa Dasan Lekong ini, kami rasanya tidak bisa mengandalkan sector Pariwisata tetapi kami disini akan pokus pada pengembangan sector pertanian dan pengolahan sampah scara propesional karena sampah yang selama ini dianggap sebagai musibah akan kami sulap menjadi sampah yang bawa berkah,” ungkapnya kepada wartawan diruangannya. Rabu (09/09/2020).
Untuk sector pertanian, Akbar lebih mengarah kepada pertanian dengan pola Hidroponik, karena disamping tidak membutuhkan lahan yang luas, perawatannya dilakukan dengan sederhana, dan dari pertanian Hidroponik itu akan keluar hasil pertanian yang organic atau tampa ada kandunagan zat kimianya.

“Pola Hidroponik ini perlakuannya sangat sederhana dan secara ekonomis cukup menjanjikan, karena dalam hitungan bisnisnya kalau punya lahan dua atau tiga are akan bisa menghasilkan Rp.5 – 7 juta perbulannya,” Jelasnya.
Menurut Akbar awal mula munculnya ide pengembangan bertani dengan pola Hidroponik karena melihat potensi yang ada diwilayahnya cukup menjanjikan, karena bagi masyarakat yang lahan pertaniannya tidak banyak akan dapat bercocok tanam meskipun hanya dipekarangan rumahnya masing-masing.
“Prinsip dari pola Hidropinik ini adalah warga bisa bercocok tanam dipekarangan rumahnya dengan menggunakan polyback atau pot-pot yang terbuat dari barang bekas. Paling tidak masyarakat bisa menanam tanaman yang dibutuhkan setiap hari, seperti cabai,tomat,kankung,selada dan lainnya, ini artinya kalau hasilnya tidak bisa dijual ke pasar, tetapi kebutuhan dapur ibu-ibu itu terpenuhi oleh tanaman yang ada dipekarangannya,” Terangnya.

Ia juga menunjukkan kepada awak media beberapa inovasi yang dilakukan seperti bagaimana memanfaatkan punting-puntung rokok yang diolah melalui proses perendaman dan langsung bisa dipakai sebagai obat pembasmi hama buah-buahan.
Disamping itu juga Lalu Rajabul Akbar,S.Ag yang merupakan alumni IAIH ( Institut Agama Islam Hamzanwadi) NW Pancor itu, mempelihatkan sejumlah tanaman sayur-sayuran yang di tanam dengan pola Hidroponik dalam sebuah Green House, seperti Selada,Kangkung, seledri dan Bawang Prei.
“Mudah-mudahan Warga kami kedepan akan bisa memanfaatkan pekarangan mereka untuk menanam tanaman kebutuhan masak mereka tiap hari seperti contoh ini. Dan dari segi pemasaran sayur-sayur ini tidak ada masalah,bahkan kami kewalahan menerima permintaan. Dan harganya cukup menjanjikan seperti selada ini harganya Rp.35.000 per kilonya, kangkung ini bisa kita panen 3 sampai 5 kali baru kita akan ganti, dan baiknya juga tanaman Hidroponik ini adalah bebas dari bahan kimia,” katanya.
Untuk menyalurkan obsesi besarnya yang ingin mewujudkan pertanian Hidroponik, pihaknya saat ini sedang membanguna gedung serbaguna pada lahan lebih dari 1 hektar yang disekitarnya akan ada tanaman Hidropinik.
“Kita ini kan sudah terlalu banyak makan makanan yang mengandung zat kimia, saya berpikir sangat perlu kita rubah pola itu dengan pindah kemakanan organic. Di aula serbaguna itu nanti akan ada ruangan yang kita siapkan untuk menjual makanan yang serba organic, saya berkeyakinan kalau tanaman Hidroponik ini sukses maka masyarakat akan sehat,” Pungkasnya.




