LAPORAN KHUSUS: WAWANCARA EKSKLUSIF DENGAN H. AMIRUDDIN CALON KADES PANTAI SEDERHANA
Lokasi: Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan, Gabus
Waktu: Sabtu Malam, 2 April 2026 Pukul 23.00 WIB
Agenda: Wirid Bersama & Dialog Kebangsaan
Narasumber: H. Amiruddin (Calon Kades Pantai Sederhana) & Ust. Nasir (Calon Sekdes)
Pewawancara: Penulis (Media SinarLIMA)
NARASI PEMBUKA
Suasana syahdu dan penuh keberkahan menyelimuti Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Gabus pada Sabtu malam ini. Selepas menunaikan ibadah salat Isya, tepat pukul 20.00 WIB, lantunan wirid bersama bergema mengisi setiap sudut pesantren, menciptakan atmosfer spiritual yang kental.
Di tengah kekhusyukan tersebut, hadir sosok H. Amiruddin didampingi Ust. Nasir. Kehadiran mereka di malam yang mulia ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan sebuah ikhtiar batin untuk “mengetuk pintu langit”, memohon doa restu serta bimbingan dari Bapak Kyai dan para ulama demi pengabdian tulus di Desa Pantai Sederhana, Muara Gembong, untuk masa bakti 2026-2034.
TRANSKRIP WAWANCARA
Penulis: Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Selamat malam, Pak Haji. Alhamdulillah, kita baru saja menyelesaikan wirid bersama. Bisa diperkenalkan kembali profil singkat Bapak kepada pembaca media SinarLIMA?
H. Amiruddin: Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Selamat malam. Nama saya Haji Amir (H. Amiruddin). Saya berasal dari Desa Pantai Sederhana. Insyaallah, dengan niat bismillah dan tekad yang kuat, saya mencalonkan diri sebagai Kepala Desa untuk periode 2026 sampai 2034 mendatang.
Penulis: Apa langkah konkret yang Bapak lakukan sejauh ini agar masyarakat yakin bahwa Bapak adalah sosok yang tepat untuk memimpin?
H. Amiruddin: Utama bagi saya adalah sosialisasi dengan menyapa masyarakat secara langsung. Saya tegaskan bahwa niat saya semata-mata agar diri saya bermanfaat bagi masyarakat. Saya ingin membangun infrastruktur, memperkuat sisi keagamaan, dan memulihkan sistem ekonomi yang memang saat ini butuh bimbingan serius. Saya terjun langsung saat terjadi musibah, seperti banjir yang sering melanda Muara Gembong. Bahkan, saat ini saya sudah meluncurkan dua unit mobil pribadi sebagai fasilitas kesehatan gratis untuk warga ke RS atau Puskesmas, karena desa kita memang belum memiliki ambulans yang memadai.
Penulis: Kabarnya Bapak belum memiliki pengalaman di politik praktis. Apa yang melatarbelakangi Bapak berani melangkah?
H. Amiruddin: Betul, saya ini hanya anak petani dan nelayan biasa. Namun, saya pernah mengabdi di Kantor Desa Pantai Bahagia selama dua periode, baik di bagian ekonomi maupun pemerintahan. Pengalaman itu memanggil hati saya untuk memperbaiki Desa Pantai Sederhana, terutama jalanan yang masih banyak rusak dan kesejahteraan warga yang tertinggal.
Penulis: Terkait pelayanan kesehatan yang tadi Bapak singgung, apa rencana prioritas Bapak ke depan?
H. Amiruddin: Pelayanan kesehatan adalah PR besar. Akses ke rumah sakit sangat jauh. Maka, prioritas pertama saya jika terpilih adalah memfasilitasi desa dengan mobil ambulans yang layak serta menjalin kerja sama erat dengan pihak Puskesmas agar layanan medis bisa langsung turun ke rumah-rumah warga untuk mengecek kesehatan warga secara rutin.
Penulis: Malam ini Bapak hadir di tengah-tengah para ulama di NW Gabus. Siapa saja pihak yang selama ini mendukung Bapak?
H. Amiruddin: Puji syukur, dukungan terbesar datang dari para ulama dan guru-guru agama. Mereka sangat berharap ketika saya terpilih nanti, saya bisa menghidupkan kembali sisi religius desa, mulai dari pengajian hingga pembinaan remaja masjid, agar generasi muda Muara Gembong memiliki pondasi agama yang kuat dan tidak salah pergaulan.
Penulis: Mengenai masalah banjir dan potensi sumber daya alam, apa strategi Bapak?
H. Amiruddin: Untuk banjir, kita harus kolaborasi dengan pemerintah dan pengusaha yang punya lahan di sana agar mau membangun tanggul penahan. Sedangkan untuk potensi alam, kita punya Bandeng dan Udang Windu yang rasanya manis alami. Saya ingin menerapkan sistem polikultur (budidaya tiga item: bandeng, udang, dan rumput laut dalam satu tambak) agar menjadi mata pencaharian yang kuat bagi masyarakat setempat.
Penulis: Bagaimana kesan Bapak setelah mengikuti wirid malam ini dan bertemu langsung dengan Bapak Kyai Haji Muhammad Suhaidi?
H. Amiruddin: Saya memohon doa dan bimbingan. Saya mengenal beliau sekitar 6 bulan lalu saat mengaji di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta. Saya sangat kagum. Beliau ulama besar, namun sangat ramah dan sederhana. Bahkan beliau sendiri yang menyuguhkan minum dan makan untuk saya. Karena saya yatim dan anak tunggal, saya merasa menemukan sosok orang tua dan guru yang bijaksana dalam diri beliau. Beliaulah yang saya harapkan menuntun langkah saya agar menjadi orang yang bermanfaat.
Penulis: Terakhir, apa pesan Bapak untuk masyarakat Desa Pantai Sederhana?
H. Amiruddin: Desa ini milik kita bersama. Jika saya diberi amanah, tanggung jawab membangun desa ada di pundak kita semua. Saya hanya ingin satu hal: melihat senyuman kebahagiaan di wajah warga ketika melihat desa kita maju. Lakukanlah hal besar untuk desa, namun jika belum mampu, lakukanlah hal terkecil yang bermanfaat bagi sesama.
NARASI PENUTUP
Demikianlah wawancara eksklusif kami bersama H. Amiruddin di sela-sela kegiatan wirid bersama di Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Gabus. Sebuah visi yang berangkat dari ketulusan dan ketaatan kepada ulama untuk membawa perubahan nyata di Desa Pantai Sederhana.
Media SinarLIMA melaporkan.
DATA PENULIS
-
Nama: Marolah Abu Akrom, S.Ag, MM (Ust. Amrullah)
-
Profesi: Jurnalis Sinar5News.com & Guru BK (SMP NW/Lab Jakarta)
-
Dakwah: Khatib Jum’at DKI Jakarta & Bekasi, Penulis Naskah Khutbah Nasional.
-
Spesialisasi: Penggagas Metode Al Akrom (5 Jam Bisa Baca Al-Qur’an) & Pengajar Tahsin/Tafsir.
-
Karya: Penulis puluhan buku & Pencipta 12 album lagu religi.
-
Media: YouTube: Abu Akrom Channel & SinarLIMA TV
-
Kontak: 0878-8727-0732




