
” Bahwa untuk dipahami pandangan partai politik tidak sama dengan ormas. Karena ormas murni tidak terkait dengan kekuatan dan unsur politik partai. Dalam hal menyikapi gelombang demonstrasi yang kembali marak saat ini, LPOI berpandangan jika masih dalam koridor batas kewajaran polisi dan aparat sangat paham kapan harus melakukan tindakan tegas. Akan tetapi jika demonstran sudah bergerak aneh dan menuntut hal yang tidak wajar LPOI siap bersama negara mengamankan situasi.” Tegas Lutfi.
Jajaran elite LPOI sangat merespons inisiatif dan usulan berbagai organisasi Islam yang hadir dalam pertemuan rutin mingguan tersebut, termasuk perwakilan dari Nahdlatul Wathan. Nahdhatul Wathan mengusulkan agar agenda progresif antisipatif dalam menyikapi suasana kekinian harus terus diantisipasi dan mendapat perhatian yang serius. Selanjutnya lembaga sebagai wadah pertemuan dan diskusi ormas untuk dapat mengkaji sesuatu yang strategis dalam kemajuan ummat bangsa seperti perundang undangan dilibatkan. Karena pakar ilmu itu adanya di ormas bukan di senayan. Untuk mempermudah kerja pemerintah dan legeslatif upaya mewujudkan kehidupan yang harmonis berbudi unggul bermartabat, menuju NKRI yang damai adil makmur sejahtera.
Hadir dalam dialog mingguan LPOI sekitar empat belas ormas yang merupakan anggota sah LPOI. Suasana sangat hangat meriah, santai sejuk bermartabat, penuh kekeluargaan saling menguatkan sesama ormas serta saling mengisi untuk kemajuan bersama.
Selain itu juga LPOI mengapresiasi pemerintah DPR sudah mengesahkan UU santri, “ini sudah selangkah lebih maju untuk pemerataan pendidikan yang lebih bermartabat karena selama ini pesantren sebagi roh pendidikan nusantara selama ini tidak mendapat pelayanan dan pembiayaan yang signifikan oleh negara. Dengan lahirnya UU Santri ini diharapkan santri santri indonesia ke depan lebih unggul dan berdaya saing tinggi.” Ormas islam sangat mendukung UU Santri ini segera disahkan untuk kemajuan pendidikan kita semua. Sebagai anak bangsa yang lahir dari pendidikan santri.” Demikian semua Ormas Islam ungkapkan.


