Malam Ketujuh Yasin, Tahlil dan Doa Bersama Dipenuhi Jamaah atas Wafatnya Bapak Jumadi
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un.
Kabar duka menyelimuti keluarga besar TK, SD, SMP dan SMA Nahdlatul Wathan Jakarta. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Jumadi, suami dari Ibu Marfuah, S.Pd, Kepala TK Nahdlatul Wathon Jakarta, pada hari Rabu, 4 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB di Rumah Sakit Islam Jakarta Timur.
Wafatnya almarhum menjadi duka mendalam, khususnya bagi istri tercinta yang telah lama membina rumah tangga bersamanya dengan penuh kebersamaan dan ketulusan. Almarhum meninggalkan seorang anak yang saat ini masih duduk di bangku sekolah setingkat SMA.
Kepergian beliau terasa begitu mendadak. Empat hari sebelumnya, almarhum masih terlihat sehat dan sempat menghadiri acara resepsi pernikahan di daerah Matraman. Bahkan pada hari Rabu tersebut, sebagaimana rutinitasnya sebagai seorang ayah, beliau masih sempat mengantar dan menjemput putranya bersekolah. Namun, tidak lama setelah itu, pada sore harinya sekitar pukul 15.30 WIB, kabar duka menyatakan beliau telah berpulang ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sebagai bentuk doa dan penghormatan, keluarga menggelar Yasin, tahlil, dan doa bersama selama tujuh hari di kediaman almarhum. Pada malam ketujuh, jamaah yang hadir sangat banyak hingga memenuhi rumah dan meluber sampai ke gang sekitar. Kehadiran masyarakat menunjukkan kecintaan dan simpati yang mendalam kepada almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Turut hadir pada malam tersebut beberapa pengasuh dan asatidz Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Jakarta, di antaranya Ust. Sugiatul Fathi, Ust. Amrullah, Ust. Junaidi, Ust. Erfan, serta para asatidz lainnya.
Setelah pembacaan Yasin dan tahlil, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh ustadz setempat. Dalam pesannya, beliau mengingatkan bahwa kematian adalah ketetapan Allah yang pasti akan dialami setiap manusia, sebagaimana yang telah dialami almarhum. Oleh karena itu, hendaknya kita mempersiapkan bekal terbaik selama hidup di dunia, yaitu dengan meneguhkan iman, memperbanyak amal saleh, serta memaksimalkan kebaikan dalam setiap kesempatan yang Allah berikan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ajal dapat datang secara tiba-tiba. Tidak ada satu pun yang mampu menolaknya apabila waktunya telah tiba. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga agar kita senantiasa memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan kekhilafannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi ujian ini.
Selamat jalan almarhum Bapak Jumadi. Segala amal baik dan kenangan indah yang engkau tinggalkan semoga menjadi amal saleh yang terus mengalir manfaat dan pahalanya dalam perjalanan menuju alam baka menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Penulis:
Marolah Abu Akram/Ust. Amrullah
Jurnalis Media SinarLIMA (Sinar5news.com)




