Memperingati 100 Hari Wafatnya KH. Muhammad Yasin, Lc Dipadati Jama’ah
Sinar5News.com – Bekasi – Hari ini Sabtu, 27 September 2025 pukul 20.00 WIB diadakan kegiatan memperingati 100 hari wafatnya KH. Muhammad Yasin, Lc Bin KH. Nut Cholis Yasin di Pondok Pesantren Al Fath Jalen, Bekasi. Disamping memperingati 100 hari wafatnya KH. Muhammad Yasin, juga mendoakan keluarga besar beliau yang terlebih dahulu sudah meninggal dunia. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan maulid Nabi Besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Adapun rangkaian acara yang dilalui meliputi pembukaan, tawassul, pembacaan surat Yasin, pembacaan tahlil, pembacaan kisah maulid Nabi, doa dan sambutan-sambutan.
Berdasarkan pantauan media SinarLIMA acara peringatan 100 hari wafatnya KH Muhammad Yasin malam ini dipadati para jamaah yang datang dari sekitar pondok pesantren. Hadir juga segenap alim ulama, tokoh masyarakat, asatidz dan asatidzah,, para orang tua/wali santri, para santri dan segenap undangan lainnya.
Acara ini dilengkapi dan dimeriahkan oleh tim Hadroh Ponpes Al Fath Jalen. Pada saat membacakan kisah maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam terasa penuh dengan kekhidmatan dan kekhusyuan. Apalagi dengan lantunan para vokalis yang sangat indah dan pukulan rebana yang rapi dan serasi, membuat acara ini benar-benar membawa larut dalam suasana penuh kedamaian dan ketentraman memenuhi jiwa.

Selanjutnya doa-doa dari para alim ulama yang memohonkan agar Alm KH. Muhammad Yasin dan almarhum dan almarhumah lainnya, semoga mereka di alam kubur mendapatkan ampunan dari Allah SWT, diterima amal ibadah, kubur mereka laksana taman surga dan di akhirat nanti tergolong ahli surga berkat syafaat dari baginda Nabi besar Muhammad shallallahu alaihi wasallam
Selanjutnya sambutan mewakili keluarga besar Almarhum KH. Muhammad Yasin oleh KH. Makmun Hamid yang intinya mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya atas kehadiran para jamaah yang terdiri dari para alim ulama, segenap dewan asatidz dan asatidzah, para orang tua dan para santri. Juga mengucapkan permohonan maaf bila ada kekurangan baik dalam penyambutan maupun suguhan konsumsi. Juga menyampaikan bahwa kemanapun kita pergi dan dimanapun kita berada pasti kematian itu akan dijumpai. Hal ini sesuai firman Allah dalam Al Qur’an surat Al Jumu’ah ayat 8;
قُلْ إِنَّ ٱلْمَوْتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُۥ مُلَٰقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.(Amr/Red)
Bekasi, 6 Rabiul Akhir 1447 H/27 September 2025 M


