Sinar5news – Jakarta- Mengenang hari kebangkitan nasional 20 mei 1908 tempo dulu, sebagai awal tonggak kebangkitan nasional bangkit untuk maju bangkit untuk berkarya. 116 tahun berlalu masa awal digelorakan hari kebangkitan Nasional. Untuk memperingati, mengisi dan mengenang hari kebangkitan nasional tsb. Media sinar5news bertandang ke ruang kerja Irjen Pol Hadi Gunawan Staf ahli Kapolri bidang sosial politik. Kami diterima dengan sangat bersahaja, Beliau mengawali perbincangan hangat dengan sebatang rokok secangkir kopi. 20/5/24.
Sebagai Pati Polri kami pun hanyut dalam perbincangan dialog kebangsaan atas arah presisi dan agenda mengabdi membangun bangsa ke depan upaya menghadirkan pelayanan prima. Beliau sedang merencanakan proyek integrasi pelayanan cepat, berupa pembuatan aplikasi. sehingga warga bangsa yang memerlukan pelayanan polisi semisal pembuatan SKCK dapat mengakses lewat HP, tidak perlu mengantri. Perizinan mengadakan ivent dst. Begitu juga dengan laporan kejadian perkara, berupa tindakan melanggar / melawan hukum dan norma. Bisa lansung kirimkan lokasi kejadian dan duduk perkara, sehingga operator akan dapat langsung memutuskan dan mengirim personil sesuai kondisi kejadian. Semua akan disiapkan online.
Tekhnologi harus kita gunakan lanjut penasehat Forum Kebangsaan dan Ormas NWDI in, sebagai alat bantu mempermudah hadirkan pelayanan yang cepat tepat sasaran. Dengan demikian diharapkan citra Polisi sebagai pengayom, pelindung, pelayan di tengah masyarakat dapat dirasakan nyata dampaknya. Dalam kasus penanganan penegakan hukum kami juga sedang mengupayakan keadilan hukum, sehingga orang yang bersalah ringan saat ini, lebih berat hukumnya dengan mereka para koruptor kakap. Ini Sangat dirasakan tidak adil oleh masyarakat. Contoh kasus orang yang maling 50 juta bisa dihukum 4 – 5 tahun penjara. Sementara yang maling 50 M lebih hanya diputuskan 2 – 3 tahun. Tentu ini ketimpangan keadilan hukum yang harus diperbaiki.
Pati Polri visioner ini, terhadap apa yang menjadi gagasan menghadirkan trobosan pelayanan prima mungkin tidak berjalan mulus namun apa yang baik untuk wibawa institusi sebagai tugas pokok harus kita usahakan agar senantiasa ada perbaikan – perbaikan upaya meningkatkan citra Polisi di tengah masyarakat. Momentum perayaan hari kebangkitan nasional ini adalah tonggak kita berbenah akibat ulah oknum menjadikan semua anggota merasakan terpuruk sehingga penilaian terhadap Polisi terjun bebas. Tuturnya.
” Presisi menyadari dengan banyaknya cobaan, terpaan, isu silih berganti akibat dari penanganan yang tidak tuntas. Protes keras masyarakat luas kami terima dan dengarkan untuk perbaikan selanjutnya walaupun peristiwa negatif itu hanya ulah oknum. Itulah sebabnya kami sangat optimis ke depan dengan mengoptimalkan pelayanan digitalisasi semua akan bisa dimonitor, terkontrol dan harus tuntas”. Jelasnya.
Beliau juga apresiasi atas akan segera tayangnya film NLOB yang mengangkat sisi baik terhadap keberhasilan polisi memberantas perdagangan bebas yang mengangkat citra Presisi yang akan segera diputar serentak diseluruh bioskop di Nusantara.
” Film bagian integral yang sangat berpengaruh untuk memberikan informasi, pesan dan nilai untuk yang mendidikan dan berkarakter sebagai jalan kebudayaan. Inovasi ini merupakan lompatan yang bagus perlu terus dikembangkan untuk percepatan menuju Indonesia maju berperadaban. Kita tau masih banyak prestasi baik polisi yang perlu diangkat di layar besar “. Pungkasnya. (red )




